Bupati Klaten Dorong Moratorium Cukai Rokok Demi Lindungi Petani Tembakau
Kamis, 24 Juli 2025 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengusulkan agar pemerintah pusat mengambil pendekatan kebijakan yang lebih seimbang dan dialogis, salah satunya dengan mengkaji ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 serta menunda kenaikan tarif cukai.
"Presiden Prabowo punya perhatian besar terhadap pertanian. Ini saatnya pemerintah pusat lebih banyak mendengar suara dari bawah," tambahnya.
Menurutnya, dengan memperbaiki produktivitas tembakau di tingkat petani, penerimaan negara tetap bisa meningkat tanpa harus menaikkan tarif cukai. "Kalau produksi naik, pemasukan negara pun ikut naik tanpa membuat semua pihak terbebani. Semua bisa happy ending," ucapnya.
Hamenang menyadari, kewenangan pertembakauan berada di tingkat pusat. Namun, ia menegaskan pentingnya aspirasi daerah diperhatikan dalam setiap keputusan strategis. "Regulasi pusat jangan semata-mata dibuat dari atas saja. Harus juga mempertimbangkan suara stakeholder di daerah," tegasnya.
Seruan moratorium cukai juga datang dari kalangan pekerja industri hasil tembakau. Ketua Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Jawa Tengah, Subaan, menyebut kebijakan cukai yang terlalu agresif dapat memicu efek domino.
"Presiden Prabowo punya perhatian besar terhadap pertanian. Ini saatnya pemerintah pusat lebih banyak mendengar suara dari bawah," tambahnya.
Menurutnya, dengan memperbaiki produktivitas tembakau di tingkat petani, penerimaan negara tetap bisa meningkat tanpa harus menaikkan tarif cukai. "Kalau produksi naik, pemasukan negara pun ikut naik tanpa membuat semua pihak terbebani. Semua bisa happy ending," ucapnya.
Hamenang menyadari, kewenangan pertembakauan berada di tingkat pusat. Namun, ia menegaskan pentingnya aspirasi daerah diperhatikan dalam setiap keputusan strategis. "Regulasi pusat jangan semata-mata dibuat dari atas saja. Harus juga mempertimbangkan suara stakeholder di daerah," tegasnya.
Seruan moratorium cukai juga datang dari kalangan pekerja industri hasil tembakau. Ketua Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Jawa Tengah, Subaan, menyebut kebijakan cukai yang terlalu agresif dapat memicu efek domino.
Lihat Juga :