Bupati Klaten Dorong Moratorium Cukai Rokok Demi Lindungi Petani Tembakau

Kamis, 24 Juli 2025 - 21:02 WIB
loading...
Bupati Klaten Dorong...
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. FOTO/Instagram
A A A
JAKARTA - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, mendorong pemerintah pusat untuk menunda kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) selama tiga tahun ke depan. Ia menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau ulang karena berpotensi mengancam keberlangsungan ekonomi petani tembakau dan industri pendukungnya di daerah.

"Sektor tembakau ini menopang ekonomi lokal. Tapi sekarang tekanannya datang dari berbagai arah, baik dari aturan yang semakin ketat maupun kenaikan pajak yang signifikan," kata Hamenang dalam pernyataannya, Kamis (24/7).

Menurut dia, tekanan terhadap industri tembakau dari hulu ke hilir akan berdampak langsung pada penerimaan daerah, terutama dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang selama ini menjadi penopang fiskal penting di Klaten.

"Kalau serapan tembakau berkurang karena pabrik menekan produksi, otomatis pendapatan daerah ikut terdampak. Petani juga tidak bisa jual hasil panennya," ujar Hamenang.

Baca Juga: 1,2 Juta AgenBRILink Siap Dukung Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat mengambil pendekatan kebijakan yang lebih seimbang dan dialogis, salah satunya dengan mengkaji ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 serta menunda kenaikan tarif cukai.

"Presiden Prabowo punya perhatian besar terhadap pertanian. Ini saatnya pemerintah pusat lebih banyak mendengar suara dari bawah," tambahnya.

Menurutnya, dengan memperbaiki produktivitas tembakau di tingkat petani, penerimaan negara tetap bisa meningkat tanpa harus menaikkan tarif cukai. "Kalau produksi naik, pemasukan negara pun ikut naik tanpa membuat semua pihak terbebani. Semua bisa happy ending," ucapnya.

Hamenang menyadari, kewenangan pertembakauan berada di tingkat pusat. Namun, ia menegaskan pentingnya aspirasi daerah diperhatikan dalam setiap keputusan strategis. "Regulasi pusat jangan semata-mata dibuat dari atas saja. Harus juga mempertimbangkan suara stakeholder di daerah," tegasnya.

Seruan moratorium cukai juga datang dari kalangan pekerja industri hasil tembakau. Ketua Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Jawa Tengah, Subaan, menyebut kebijakan cukai yang terlalu agresif dapat memicu efek domino.

"Dampaknya bisa ke pemutusan hubungan kerja dan meningkatnya peredaran rokok ilegal karena harga rokok legal makin mahal," ujar Subaan.

Baca Juga: Prabowo Resmi Luncurkan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

Ia menyatakan bahwa FSP RTMM-SPSI telah melakukan advokasi dari tingkat unit kerja hingga kepala daerah, dan bahkan telah menyampaikan aspirasi ini kepada Presiden melalui jalur resmi. "Ini sudah kami lakukan secara terkoordinasi di Jawa Tengah," katanya.

Subaan berharap pemerintah mempertimbangkan kebijakan cukai dengan pendekatan jangka panjang yang melindungi industri padat karya. "Kami minta kenaikan tarif CHT ditunda dulu selama tiga tahun, supaya sektor ini bisa bertahan dan rokok ilegal tidak semakin merajalela," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Rekomendasi
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved