Manufacturing Symposium 2025: Ajang Strategis Memacu Transformasi Digital di Sektor Manufaktur
Sabtu, 26 Juli 2025 - 16:22 WIB
loading...
Manufacturing Symposium 2025 di Surabaya dinilai akan mendorong transformasi digital industri manufaktur melalui adopsi teknologi Smart Manufacturing 4.0 dan solusi ERP CloudSuite. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Manufacturing Symposium 2025 di Surabaya dinilai akan mendorong transformasi digital industri manufaktur melalui adopsi teknologi Smart Manufacturing 4.0 dan solusi ERP CloudSuite. Manufacturing Symposium yang digelar PT Bisnis Sistem Indonesia (BSI) bersama mitra teknologinya, Infor, mengusung tema “Extraordinary Journey: Smart Manufacturing 4.0”, di mana acara ini menjadi ajang strategis untuk mendorong percepatan transformasi digital di sektor manufaktur Indonesia.
Baca Juga: Aturan TKDN Dilonggarkan Gara-gara Tarif Trump? Menperin Buka Suara
Simposium ini mempertemukan para pemimpin industri dari berbagai sektor, khususnya para pengambil keputusan di level C dan M dari divisi TI serta operasional pabrik. Mereka berdiskusi seputar tantangan nyata dan strategi terbaik dalam mengimplementasikan teknologi Industry 4.0 untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketahanan operasional.
Tantangan Transformasi Digital di Industri Manufaktur
Pada sesi pertama bertajuk “Challenges in Manufacturing 4.0”, Strategic Enterprise Channel Director PT BSI, YundiTenggono mengajak peserta membedah sejumlah hambatan yang kerap dihadapi saat menjalankan transformasi digital. Mulai dari sistem lama (legacy systems), keterbatasan infrastruktur TI, hingga kurangnya SDM digital.
“Keberhasilan implementasi Smart Manufacturing 4.0 sangat bergantung pada adanya strategi digital yang jelas, kepemimpinan yang kuat, integrasi sistem IT dan OT yang terpadu, pemanfaatan data secara real-time melalui AI dan analitik, serta investasi berkelanjutan dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja,” ujar YundiTenggono.
Strategi Adopsi Teknologi Smart Manufacturing 4.0
Sesi kedua berfokus pada teknologi dan langkah konkret menuju Manufacture 4.0 Mr. Matthew Addley memaparkan sejumlah topik kunci, termasuk: Integrasi ERP dan cloud-based system, Pemanfaatan IoT-enabled smart machines, AI-powered predictive maintenance dan digital twin, Peran Manufacturing Execution System (MES) sebagai jembatan antara manajemen dan shop floor, dan Tools untuk mengukur digital maturity dan menyusun roadmap transformasi digital.
Sesi ini juga menampilkan hasil riset global Infor, “How Possible Happens,” yang menggambarkan bagaimana perusahaan sukses menyatukan proses, teknologi, dan SDM untuk mencapai tujuan digitalisasi. “Kunci dari transformasi bukan sekadar teknologi, tapi bagaimana menyatukan people, process, and technology dalam satu roadmap yang terukur dan berkelanjutan,” tutur Addley.
Showcase: Teknologi Infor di Dunia Nyata
Dalam sesi ketiga bertajuk “The Ultimate Manufacturing Showcase”, Indra Kurniawan menyajikan demonstrasi langsung solusi Infor CloudSuite. Showcase ini menunjukkan bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan produktivitas lewat otomatisasi proses, mengurangi risiko dengan analisis prediktif, membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan fleksibel.
Baca Juga: Strategi Guna Meningkatkan Implementasi Industri 4.0
“Lewat Infor CloudSuite, perusahaan bisa memonitor performa pabrik secara real-time, mengantisipasi downtime, dan menjaga efisiensi rantai suplai dari ujung ke ujung,” jelas Indra.
Baca Juga: Aturan TKDN Dilonggarkan Gara-gara Tarif Trump? Menperin Buka Suara
Simposium ini mempertemukan para pemimpin industri dari berbagai sektor, khususnya para pengambil keputusan di level C dan M dari divisi TI serta operasional pabrik. Mereka berdiskusi seputar tantangan nyata dan strategi terbaik dalam mengimplementasikan teknologi Industry 4.0 untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketahanan operasional.
Tantangan Transformasi Digital di Industri Manufaktur
Pada sesi pertama bertajuk “Challenges in Manufacturing 4.0”, Strategic Enterprise Channel Director PT BSI, YundiTenggono mengajak peserta membedah sejumlah hambatan yang kerap dihadapi saat menjalankan transformasi digital. Mulai dari sistem lama (legacy systems), keterbatasan infrastruktur TI, hingga kurangnya SDM digital.
“Keberhasilan implementasi Smart Manufacturing 4.0 sangat bergantung pada adanya strategi digital yang jelas, kepemimpinan yang kuat, integrasi sistem IT dan OT yang terpadu, pemanfaatan data secara real-time melalui AI dan analitik, serta investasi berkelanjutan dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja,” ujar YundiTenggono.
Strategi Adopsi Teknologi Smart Manufacturing 4.0
Sesi kedua berfokus pada teknologi dan langkah konkret menuju Manufacture 4.0 Mr. Matthew Addley memaparkan sejumlah topik kunci, termasuk: Integrasi ERP dan cloud-based system, Pemanfaatan IoT-enabled smart machines, AI-powered predictive maintenance dan digital twin, Peran Manufacturing Execution System (MES) sebagai jembatan antara manajemen dan shop floor, dan Tools untuk mengukur digital maturity dan menyusun roadmap transformasi digital.
Sesi ini juga menampilkan hasil riset global Infor, “How Possible Happens,” yang menggambarkan bagaimana perusahaan sukses menyatukan proses, teknologi, dan SDM untuk mencapai tujuan digitalisasi. “Kunci dari transformasi bukan sekadar teknologi, tapi bagaimana menyatukan people, process, and technology dalam satu roadmap yang terukur dan berkelanjutan,” tutur Addley.
Showcase: Teknologi Infor di Dunia Nyata
Dalam sesi ketiga bertajuk “The Ultimate Manufacturing Showcase”, Indra Kurniawan menyajikan demonstrasi langsung solusi Infor CloudSuite. Showcase ini menunjukkan bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan produktivitas lewat otomatisasi proses, mengurangi risiko dengan analisis prediktif, membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan fleksibel.
Baca Juga: Strategi Guna Meningkatkan Implementasi Industri 4.0
“Lewat Infor CloudSuite, perusahaan bisa memonitor performa pabrik secara real-time, mengantisipasi downtime, dan menjaga efisiensi rantai suplai dari ujung ke ujung,” jelas Indra.
(akr)
Lihat Juga :