Kebangkrutan Massal Mengancam Sektor Konstruksi Rusia, Apa yang Terjadi?

Minggu, 27 Juli 2025 - 09:51 WIB
loading...
Kebangkrutan Massal...
Sektor konstruksi infrastruktur Rusia diperkirakan akan mengalami gelombang kebangkrutan tahun ini, seperti disampaikan oleh CEO National Projectstroy, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sektor konstruksi infrastruktur Rusia diperkirakan akan mengalami gelombang kebangkrutan tahun ini, seperti disampaikan oleh CEO National Projectstroy, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Rusia. Aleksey Krapivin, yang perusahaannya mengawasi pembangunan Jembatan Krimea serta proyek jalan raya utama, menerangkan suku bunga tinggi dan penurunan pesanan sebagai pendorong utama tantangan yang akan datang.

Seperti diketahui pada tiga tahun lalu, Bank Rusia menaikkan suku bunga acuan dari 9,5% menjadi setinggi 21% untuk menstabilkan rubel dan menahan inflasi sebagai respons terhadap sanksi Barat. Bulan lalu, regulator memotong suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin menjadi 20%, mengutip perlambatan inflasi, yang merupakan pengurangan suku bunga pertama sejak 2022.

Baca Juga: Situasi Makin Pelik, Ajudan Putin Keluarkan Peringatan soal Ekonomi Rusia

Sementara itu Krapivin dalam sebuah wawancara kepada RBK mengungkap, ada sekitar setengah dari perusahaan di sektor konstruksi sipil Rusia mendekati kebangkrutan. Ia juga mengungkap, bahwa National Projectstroy sudah berada di bawah tekanan dari tingginya biaya pinjaman dan telah memperketat disiplin keuangan serta menunda rencana investasi.

"Proyek infrastruktur sangat terpapar karena intensitas modal yang tinggi dan jangka waktu pelaksanaan yang lama," klaim Krapivin, menambahkan bahwa pengembangan baru menjadi tidak layak.

“Membangun hari ini selalu lebih murah daripada membangun esok,” katanya.

Perusahaan kecil di sektor konstruksi terutama menjadi rentan karena investasi berisiko dalam aktivitas non-inti atau mengalokasikan keuntungan dari proyek masa depan di awal. Sementara hampir semua perusahaan konstruksi merasakan beban.

Baca Juga: Cadangan Internasional Rusia Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Rp11.137 Triliun

Krapivin mengakui, bahwa pemerintah dan sektor swasta sedang mencari cara untuk mengurangi dampak dari suku bunga yang tinggi, termasuk memperluas penggunaan kemitraan publik-swasta. Di sisi lain Ia meyakini bahwa situasi ini akan membaik secara bertahap.

Wakil Gubernur Bank Rusia, Aleksey Zabotkin juga menyatakan, bahwa suku bunga acuan dapat dipotong lebih dari 100 basis poin pada pertemuan mendatang. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut tergantung pada tren inflasi menuju target 4% pada tahun 2026.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Berita Terkini
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Infografis
4 Kerugian yang Terjadi...
4 Kerugian yang Terjadi Jika BTN Berganti Nama Menjadi BPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved