Sentil Kesepakatan Tarif Trump dan Indonesia, Warga AS: Kami yang Bayar Mahal

Minggu, 27 Juli 2025 - 14:31 WIB
loading...
Sentil Kesepakatan Tarif...
Sejumlah warga Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kesepakatan perdagangan baru antara Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai merugikan konsumen AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah warga Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kesepakatan perdagangan baru antara Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai merugikan konsumen AS. Dalam kesepakatan tersebut, barang-barang dari AS dapat masuk ke Indonesia tanpa tarif (0%) , sementara barang dari Indonesia dikenakan tarif 19% saat masuk ke AS.

Presiden Trump menyebut kesepakatan ini sebagai kemenangan besar bagi AS karena memberikan akses penuh ke pasar Indonesia. Namun, warganet seperti influencer TikTok @nic6867 dan @kclmft justru menilai sebaliknya bahwa beban tarif 19% akan dibebankan kepada konsumen Amerika sendiri.

Mereka menyebut, kebijakan tersebut justru membuat harga barang-barang asal Indonesia yang kerap digunakan oleh warga AS menjadi lebih mahal. Sementara itu masyarakat Indonesia bisa menikmati barang-barang buatan AS seperti iPhone, MacBook, hingga mobil tanpa biaya tambahan, membuatnya lebih murah di pasar Indonesia.

Baca Juga: Daftar Lengkap 12 Poin Kesepakatan Negosiasi Tarif Resiprokal Antara AS dan Indonesia

Kritik juga dilontarkan terkait klaim Trump soal pembelian 50 pesawat Boeing oleh Indonesia, yang disebut sebagai bagian dari kesepakatan padahal merupakan transaksi lama era Presiden Joe Biden. Banyak warga AS mempertanyakan apakah kesepakatan ini benar-benar menguntungkan rakyat Amerika seperti yang digembar-gemborkan.

Sebagai informasi Amerika Serikat dan Indonesia mencatat kesepakatan komersial antara perusahaan AS dan perusahaan Indonesia. Di antaranya yakni pengadaan pesawat senilai USD3,2 miliar setara Rp51,5 triliun (kurs Rp16.115/USD).

Baca Juga: Data Warga RI Ditukar Tarif Impor Trump, Begini Penjelasannya

Pembelian produk pertanian, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas dengan perkiraan nilainya mencapai USD4,5 miliar yang setara Rp72,5 triliun. Ditambah pembelian produk energi, termasuk gas petroleum cair, minyak mentah, dan bensin, dengan estimasi nilai USD15 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp241,7 triliun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berita Terkini
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved