BRI Bekali UMKM Pelatihan Ekspor dan Desain Produk Berstandar Global
Selasa, 29 Juli 2025 - 10:24 WIB
loading...
BRI menyelenggarakan Pelatihan Ekspor 2025 bagi puluhan UMKM binaan yang memiliki potensi menembus pasar global. FOTO/BRI
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program BRI Peduli, perusahaan menyelenggarakan Pelatihan Ekspor 2025 bagi puluhan UMKM binaan yang memiliki potensi menembus pasar global.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai pada 2024 lalu, dan kembali digelar pada 24–26 Juni 2025 di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Jakarta. Pelatihan ini ditujukan untuk membekali pelaku usaha dengan pengetahuan praktis seputar ekspor.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar UMKM mampu memahami secara mandiri proses ekspor dan strategi perdagangan internasional.
"Pelaku UMKM harus siap bersaing di pasar global. Untuk itu, pelatihan ini memberikan bekal dari strategi pemasaran internasional, regulasi perdagangan, hingga pengelolaan logistik," ujar dia dalam pernyataannya, Selasa (29/7).
Baca Juga: BRI Kembali Gelar Pelatihan Ekspor, Tingkatkan Daya Saing UMKM Tembus Pasar Global
Pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam menyusun dokumen ekspor, memahami regulasi internasional, melakukan riset pasar global, serta mengemas dan mem-branding produk sesuai standar ekspor. Materi tersebut diberikan secara aplikatif dan relevan dengan tantangan nyata di lapangan.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai sektor usaha, termasuk kuliner, fesyen, dan kerajinan. Keragaman ini menunjukkan besarnya potensi ekspor produk UMKM Indonesia, sekaligus mencerminkan inklusivitas BRI dalam menjangkau berbagai lapisan pelaku usaha.
Dalam pelaksanaannya, BRI berkolaborasi dengan PPEJP yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan RI. Lembaga ini telah berpengalaman dalam melatih ribuan tenaga profesional ekspor dan jasa perdagangan serta memperkuat daya saing SDM di sektor tersebut.
Pemateri dari PPEJP memberikan pelatihan teknis yang mencakup analisis SWOT, identifikasi pasar potensial, serta cara efektif menjangkau pembeli internasional. Pelatihan ini sangat penting bagi UMKM yang belum memiliki pengalaman ekspor namun memiliki produk berkualitas tinggi.
Tak hanya pelatihan ekspor, peserta juga mendapatkan pembinaan lanjutan melalui kerja sama BRI dengan Indonesia Design Development Center (IDDC). Dalam sesi ini, pelaku UMKM mendapatkan bimbingan langsung dari ahli desain profesional untuk meningkatkan tampilan produk dan kemasan agar lebih kompetitif di pasar ekspor.
“Dengan desain yang sesuai tren pasar internasional, diharapkan nilai jual produk meningkat. Visual produk yang menarik akan memperbesar peluang diterima di pasar luar negeri,” kata Hendy.
Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Selain itu, BRI juga menggandeng platform logistik Kirim Aja dalam penyelenggaraan webinar interaktif yang membahas strategi logistik ekspor. Peserta mendapatkan solusi praktis terkait pengelolaan pengiriman, salah satu elemen penting dalam keberhasilan ekspor UMKM.
Dengan rangkaian pelatihan menyeluruh ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan tumbuh dari pelaku lokal menjadi eksportir andal. Hal ini menjadi bagian dari upaya strategis BRI untuk mendorong UMKM naik kelas.
"Semoga para pelaku UMKM mampu menjaga kualitas produk, membuka pasar lebih luas, dan secara bertahap mengakses pasar internasional secara berkelanjutan," pungkas Hendy.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai pada 2024 lalu, dan kembali digelar pada 24–26 Juni 2025 di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Jakarta. Pelatihan ini ditujukan untuk membekali pelaku usaha dengan pengetahuan praktis seputar ekspor.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar UMKM mampu memahami secara mandiri proses ekspor dan strategi perdagangan internasional.
"Pelaku UMKM harus siap bersaing di pasar global. Untuk itu, pelatihan ini memberikan bekal dari strategi pemasaran internasional, regulasi perdagangan, hingga pengelolaan logistik," ujar dia dalam pernyataannya, Selasa (29/7).
Baca Juga: BRI Kembali Gelar Pelatihan Ekspor, Tingkatkan Daya Saing UMKM Tembus Pasar Global
Pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam menyusun dokumen ekspor, memahami regulasi internasional, melakukan riset pasar global, serta mengemas dan mem-branding produk sesuai standar ekspor. Materi tersebut diberikan secara aplikatif dan relevan dengan tantangan nyata di lapangan.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai sektor usaha, termasuk kuliner, fesyen, dan kerajinan. Keragaman ini menunjukkan besarnya potensi ekspor produk UMKM Indonesia, sekaligus mencerminkan inklusivitas BRI dalam menjangkau berbagai lapisan pelaku usaha.
Dalam pelaksanaannya, BRI berkolaborasi dengan PPEJP yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan RI. Lembaga ini telah berpengalaman dalam melatih ribuan tenaga profesional ekspor dan jasa perdagangan serta memperkuat daya saing SDM di sektor tersebut.
Pemateri dari PPEJP memberikan pelatihan teknis yang mencakup analisis SWOT, identifikasi pasar potensial, serta cara efektif menjangkau pembeli internasional. Pelatihan ini sangat penting bagi UMKM yang belum memiliki pengalaman ekspor namun memiliki produk berkualitas tinggi.
Tak hanya pelatihan ekspor, peserta juga mendapatkan pembinaan lanjutan melalui kerja sama BRI dengan Indonesia Design Development Center (IDDC). Dalam sesi ini, pelaku UMKM mendapatkan bimbingan langsung dari ahli desain profesional untuk meningkatkan tampilan produk dan kemasan agar lebih kompetitif di pasar ekspor.
“Dengan desain yang sesuai tren pasar internasional, diharapkan nilai jual produk meningkat. Visual produk yang menarik akan memperbesar peluang diterima di pasar luar negeri,” kata Hendy.
Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Selain itu, BRI juga menggandeng platform logistik Kirim Aja dalam penyelenggaraan webinar interaktif yang membahas strategi logistik ekspor. Peserta mendapatkan solusi praktis terkait pengelolaan pengiriman, salah satu elemen penting dalam keberhasilan ekspor UMKM.
Dengan rangkaian pelatihan menyeluruh ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan tumbuh dari pelaku lokal menjadi eksportir andal. Hal ini menjadi bagian dari upaya strategis BRI untuk mendorong UMKM naik kelas.
"Semoga para pelaku UMKM mampu menjaga kualitas produk, membuka pasar lebih luas, dan secara bertahap mengakses pasar internasional secara berkelanjutan," pungkas Hendy.
(nng)
Lihat Juga :