ICSO 2025 Usung Inovasi Hijau untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Selasa, 29 Juli 2025 - 18:47 WIB
loading...
Forum strategis Indonesia Corporate Sustainability Outlook (ICSO) 2025 resmi digelar di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Selasa (29/7). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Forum strategis Indonesia Corporate Sustainability Outlook (ICSO) 2025 resmi digelar di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Selasa (29/7). Ajang tahunan ini menjadi panggung kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi hijau berbasis inovasi, investasi, dan inklusi.
ICSO 2025 diinisiasi oleh Olahkarsa bekerja sama dengan mitra global S&P Global Sustainable1. Tahun ini, forum tersebut mengangkat tema "Advancing Indonesia’s Green Economy with Sustainability Innovation" sebagai landasan sinergi pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan dalam menyongsong masa depan pembangunan berkelanjutan.
Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai sektor. Dua agenda utama yang diselenggarakan ialah Sustainable Leaders Forum sebagai forum diskusi mengenai tata kelola ESG dan strategi ekonomi hijau, serta Sustainability Business Exhibition yang memamerkan berbagai inovasi dan solusi hijau dari perusahaan dan organisasi terkemuka.
"Lewat kolaborasi dengan S&P Global Sustainable1, kami ingin membawa perspektif global yang bisa diterapkan secara lokal. Inovasi, investasi, dan inklusi perlu berjalan seiring agar keberlanjutan dapat tercapai secara merata," ujar CEO Olahkarsa, Unggul Ananta.
Baca Juga: Ekonomi Hijau Bisa Serap 2,2 Juta Tenaga Kerja hingga 2060
Unggul menambahkan, ICSO dirancang sebagai katalis percepatan transformasi hijau di Indonesia. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari instansi pemerintah dan sektor swasta yang menyampaikan pandangan strategis serta agenda konkret keberlanjutan.
Hadir sebagai pembicara antara lain Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup; Dedi Latip, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM; Nizhar Marizi dari Bappenas; Halim Kalla dari KADIN; serta Terence Teoh dari S&P Global Sustainable1.
Salah satu fokus utama dalam ICSO 2025 adalah peluncuran ESGTrack.AI, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Olahkarsa. Platform ini membantu perusahaan dalam mengukur, mengelola, dan melaporkan kinerja ESG secara lebih akurat, efisien, dan terstandar.
Baca Juga: Kredit Hijau Bank Himbara Tembus Rp1.452 Triliun di 2024, Intip Rinciannya
ESGTrack.AI memiliki tiga fitur utama Performance, Analytics, dan Report, yang dirancang untuk menjawab tantangan transparansi dan integrasi ESG di lingkungan korporasi. Olahkarsa menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis kolaborasi, teknologi, dan penguatan ekosistem hijau, perusahaan ini berharap dapat mendorong transisi ekonomi nasional yang lebih resilien dan inklusif.
ICSO 2025 terselenggara berkat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN Indonesia Power, PT Pegadaian, PT Pertamina International Shipping, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Campina Ice Cream Industry Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Great Giant Pineapple.
ICSO 2025 diinisiasi oleh Olahkarsa bekerja sama dengan mitra global S&P Global Sustainable1. Tahun ini, forum tersebut mengangkat tema "Advancing Indonesia’s Green Economy with Sustainability Innovation" sebagai landasan sinergi pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan dalam menyongsong masa depan pembangunan berkelanjutan.
Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai sektor. Dua agenda utama yang diselenggarakan ialah Sustainable Leaders Forum sebagai forum diskusi mengenai tata kelola ESG dan strategi ekonomi hijau, serta Sustainability Business Exhibition yang memamerkan berbagai inovasi dan solusi hijau dari perusahaan dan organisasi terkemuka.
"Lewat kolaborasi dengan S&P Global Sustainable1, kami ingin membawa perspektif global yang bisa diterapkan secara lokal. Inovasi, investasi, dan inklusi perlu berjalan seiring agar keberlanjutan dapat tercapai secara merata," ujar CEO Olahkarsa, Unggul Ananta.
Baca Juga: Ekonomi Hijau Bisa Serap 2,2 Juta Tenaga Kerja hingga 2060
Unggul menambahkan, ICSO dirancang sebagai katalis percepatan transformasi hijau di Indonesia. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari instansi pemerintah dan sektor swasta yang menyampaikan pandangan strategis serta agenda konkret keberlanjutan.
Hadir sebagai pembicara antara lain Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup; Dedi Latip, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM; Nizhar Marizi dari Bappenas; Halim Kalla dari KADIN; serta Terence Teoh dari S&P Global Sustainable1.
Salah satu fokus utama dalam ICSO 2025 adalah peluncuran ESGTrack.AI, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Olahkarsa. Platform ini membantu perusahaan dalam mengukur, mengelola, dan melaporkan kinerja ESG secara lebih akurat, efisien, dan terstandar.
Baca Juga: Kredit Hijau Bank Himbara Tembus Rp1.452 Triliun di 2024, Intip Rinciannya
ESGTrack.AI memiliki tiga fitur utama Performance, Analytics, dan Report, yang dirancang untuk menjawab tantangan transparansi dan integrasi ESG di lingkungan korporasi. Olahkarsa menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis kolaborasi, teknologi, dan penguatan ekosistem hijau, perusahaan ini berharap dapat mendorong transisi ekonomi nasional yang lebih resilien dan inklusif.
ICSO 2025 terselenggara berkat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN Indonesia Power, PT Pegadaian, PT Pertamina International Shipping, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Campina Ice Cream Industry Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Great Giant Pineapple.
(nng)
Lihat Juga :