Ekonomi Rusia Terpuruk, Akankah Putin Akhiri Perang Ukraina?

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:45 WIB
loading...
A A A
Kinerja ekonomi Rusia yang semula tumbuh 4,3 persen pada 2024, melampaui Inggris 1,1 persen dan Amerika Serikat 2,8 persen kini menghadapi ujian ketahanan jangka panjang. Para analis global yang sebelumnya terkejut dengan daya tahannya, kini memantau dengan seksama dampak akumulatif dari konflik dan sanksi.

Salah satu sektor yang paling terpukul adalah industri batu bara. Harga komoditas yang terus anjlok membuat sektor ini berada di ambang kehancuran. Laporan The Moscow Times menyebutkan bahwa kombinasi sanksi dan keterbatasan pasar ekspor telah memukul daya saing industri ini secara signifikan.

Ekonom Sofia Donets mengamati bahwa pertumbuhan ekonomi Rusia saat ini hampir sepenuhnya ditopang oleh sektor-sektor yang terkait langsung dengan perang. Senada, analis geopolitik Bloomberg Economics, Alex Kokcharov, menilai bahwa keputusan Kremlin kini sepenuhnya berfokus pada keberlanjutan perang, mengesampingkan stabilitas ekonomi domestik.

Baca Juga: Berapa Jumlah Korban Gempa Bumi di Rusia?

Bahkan, Kokcharov berpendapat bahwa ambisi sejarah lebih mendorong Putin ketimbang urgensi ekonomi. "Tujuan Putin bukan menyelamatkan sektor dalam negeri, tapi masuk dalam sejarah seperti Catherine the Great," ujarnya dikutip dari The Daily Diggest, Kamis (31/7).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved