Pesan 25 Pesawat Boeing, Cara Bangladesh Mengurangi Tarif AS

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 15:17 WIB
loading...
Pesan 25 Pesawat Boeing,...
Bangladesh memesan 25 pesawat dari Boeing (BA) dan meningkatkan impor barang-barang Amerika Serikat (AS) dalam negosiasi perdagangan dan menurunkan tarif tinggi Trump. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bangladesh memesan 25 pesawat dari Boeing (BA) dan meningkatkan impor barang-barang Amerika Serikat (AS) dalam negosiasi perdagangan dan menurunkan tarif tinggi yang dikenakan oleh pemerintahan Trump. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkecil defisit perdagangan AS sebesar USD6 miliar dengan Bangladesh.

Upaya pembelian Boeing untuk menghindari kenaikan tarif 35% yang mengancam bakal mengguncang sektor ekspor Bangladesh, terutama industri pakaian yang berisiko kehilangan daya saing di salah satu pasar terbesarnya. Baca Juga: Negara Ini Kembali Larang Rakyatnya Kunjungi Israel, Marah atas Pembantaian di Gaza

"Kami membutuhkan pesawat baru secepatnya, mungkin dalam beberapa tahun ke depan," kata Menteri Perdagangan Mahbubur Rahman kepada wartawan seperti dilansir Reuters.

"Awalnya ada 14 pesawat - sekarang menjadi 25," katanya, merujuk pada rencana awal untuk membeli pesawat dari produsen yang berbasis di AS.

Bersamaan dengan kesepakatan pesawat, Bangladesh meningkatkan impor gandum, minyak kedelai, dan kapas dari Amerika Serikat. Kesepakatan baru yang ditandatangani awal bulan ini akan membuat Bangladesh mengimpor 700.000 ton gandum AS setiap tahun selama lima tahun ke depan.

Para pejabat berharap bahwa langkah-langkah ini akan membantu memperbaiki hubungan perdagangan dengan Washington dan mengurangi dampak dari tarif pemerintahan Trump.

Tarif 20% untuk Pakaian

Bangladesh mendapatkan tarif 20% dari AS untuk pakaian, untuk membuat para eksportir merasa lega. Bangladesh melakukan negosiasi dengan meminta tarif sebesar 20% untuk ekspor ke AS, turun dari 37% yang awalnya diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Hal ini menjadi kabar baik bagi para eksportir di pemasok pakaian terbesar kedua di dunia. Tarif baru ini sejalan dengan yang ditawarkan kepada negara-negara pengeskpor pakaian utama lainnya seperti Sri Lanka, Vietnam, Pakistan, dan Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Polemik Tarif Resiprokal...
Polemik Tarif Resiprokal AS, Prabowo Tegaskan Tak Bakal Korbankan Kepentingan Nasional
Rekomendasi
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved