Dedolarisasi Melesat di Era Biden, Kini Tertekan di Bawah Trump

Minggu, 03 Agustus 2025 - 07:40 WIB
loading...
A A A
Saat menjabat, Presiden Biden dan jajaran Gedung Putih menegaskan tidak akan melarang negara lain memilih mitra dagang atau mata uang transaksi. Dilansir dari Watcher Guru, pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre, yang menegaskan AS tidak akan mencampuri pilihan negara lain selama masa kepemimpinan Biden.

Berlawanan dengan itu, Trump justru bersikap keras terhadap negara-negara yang hendak meninggalkan dolar AS. Ia bahkan mengancam sanksi ekonomi jika mitra dagang AS mencoba menyelesaikan transaksi dengan mata uang lokal selain dolar.

Ancaman tersebut dinilai efektif oleh sebagian analis karena membuat beberapa negara memilih kembali berdagang dengan dolar dan bahkan menurunkan bea impor bagi produk-produk asal Amerika Serikat.

Baca Juga: AS dan Rusia di Ambang Perang Nuklir, Siapa yang Lebih Kuat?

Selain itu, sejumlah negara dilaporkan mulai membuka jalur komunikasi baru dengan Gedung Putih untuk menjajaki kesepakatan perdagangan yang dianggap lebih menguntungkan kedua belah pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Rekomendasi
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved