IHSG Diproyeksi Bergerak Fluktuatif, Investor Diminta Waspada
Senin, 04 Agustus 2025 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, IHSG tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian global. Indeks ini sempat menguji level resistansi penting, namun berhasil bertahan di atas level MA20. Ini menandakan optimisme para investor masih kuat.
Pelemahan IHSG pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen dari global dan domestik. Dari sisi global, ada tekanan pada harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, dan batu bara. Nikel jatuh akibat oversupply dan permintaan dari China yang rendah, sementara minyak mentah sempat turun setelah data cadangan dan produksi AS naik.
Sentimen global lainnya datang dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Meskipun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, data inflasi AS terbaru menunjukkan tren moderat, mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga di kuartal IV-2025.
Baca Juga: 10 Saham Paling Cuan Pekan Ini, No Wahid Melejit 95%
Dari domestik, ada sentimen positif dari sektor palm oil. Ekspor kelapa sawit Indonesia ke India diproyeksikan kembali melewati 5 juta ton pada 2025, seiring dengan turunnya tarif impor India menjadi 10 persen dari sebelumnya 20 persen. Hal ini memperbesar peluang pasar baru bagi emiten sawit nasional.
Pelemahan IHSG pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen dari global dan domestik. Dari sisi global, ada tekanan pada harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, dan batu bara. Nikel jatuh akibat oversupply dan permintaan dari China yang rendah, sementara minyak mentah sempat turun setelah data cadangan dan produksi AS naik.
Sentimen global lainnya datang dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Meskipun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, data inflasi AS terbaru menunjukkan tren moderat, mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga di kuartal IV-2025.
Baca Juga: 10 Saham Paling Cuan Pekan Ini, No Wahid Melejit 95%
Dari domestik, ada sentimen positif dari sektor palm oil. Ekspor kelapa sawit Indonesia ke India diproyeksikan kembali melewati 5 juta ton pada 2025, seiring dengan turunnya tarif impor India menjadi 10 persen dari sebelumnya 20 persen. Hal ini memperbesar peluang pasar baru bagi emiten sawit nasional.
Lihat Juga :