BRICS Tak Kompak, Rusia Kini Sendirian Lawan Dominasi Dolar AS

Senin, 04 Agustus 2025 - 20:38 WIB
loading...
BRICS Tak Kompak, Rusia...
Rusia satu-satunya negara BRICS yang secara resmi mendukung penggantian dolar AS. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Aliansi BRICS telah berbicara lantang soal membuang dolar AS untuk transaksi lintas batas dan menggunakan mata uang lokal. Anggota-anggota seperti China, India, Brasil, Afrika Selatan, dan Iran mengeluarkan beberapa pernyataan menentang pengaruh dolar AS yang semakin meningkat.

Pernyataan-pernyataan ini hanya perkataan, tetapi tidak pernah benar-benar didorong menjadi kebijakan meskipun ada ketidakpuasan terhadap USD. Dari Xi Jinping hingga Narendra Modi dan Lula da Silva, tidak ada satu pun pemimpin ini yang secara resmi menyerukan penggantian USD.

Baca Juga: Dedolarisasi Melesat di Era Biden, Kini Tertekan di Bawah Trump

Menurut laporan Watcher Guru, dari 10 negara BRICS, hanya Rusia yang secara resmi mendukung penggantian dolar AS untuk semua perdagangan dan transaksi. Pemerintahan Putin mungkin mengambil langkah-langkah ini karena ekonominya tertekan di bawah sanksi Barat.

Satu-satunya cara bagi ekonomi mereka untuk sepenuhnya terbuka dan berkembang adalah dengan menghilangkan USD. Bahkan setelah beberapa upaya dedolarisasi, Rusia hanya berhasil secara singkat dalam agenda tersebut.

AS juga semakin memperketat aturan terhadap semua negara yang melakukan transaksi minyak mentah dengan Rusia. Pemerintahan Trump memperingatkan India untuk tidak membeli minyak dari Rusia atau menghadapi tarif.

Presiden AS tetap pada pernyataannya dan mengenakan tarif 25% pada India pada hari Rabu, bersama dengan penalti untuk membeli minyak Rusia. Ini akan semakin menekan Rusia dan menyebabkan retak dalam BRICS untuk tidak menjauh dari dolar AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
Rekomendasi
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Kaesang Nyaleg di Dapil...
Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Ujian Pengaruh Jokowi di Kandang Banteng PDIP
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Berita Terkini
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved