Penasihat Perdagangan AS: Tarif Trump Hampir Pasti Tak Akan Berubah Lagi

Senin, 04 Agustus 2025 - 22:00 WIB
loading...
Penasihat Perdagangan...
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer berbicara soal kebijakan tarif Presiden Donald Trump. FOTO/AOL.com
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump memastikan tidak akan ada perubahan besar dalam kebijakan tarif dagang yang telah ditetapkan, meskipun sejumlah negara berharap bisa melakukan negosiasi ulang.

Hal ini disampaikan oleh Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, dalam wawancara dengan program Face the Nation yang disiarkan CBS, Minggu (3/8). Menurut Greer, sebagian besar tarif yang telah diumumkan akan tetap berlaku sesuai jadwal, tanpa ruang berarti untuk revisi.

"Banyak dari tarif ini telah dikunci dalam kesepakatan, sebagian diumumkan, sebagian tidak. Beberapa tergantung pada neraca dagang antara AS dan negara mitra," ujar Greer dikutip dari CNA, Senin (4/8). "Hari-hari ke depan hampir pasti tidak akan melihat perubahan signifikan."

Baca Juga: India Tak Takut Ancaman Trump, Tetap Akan Impor Minyak dari Rusia

Tarif yang ditetapkan Presiden Trump berkisar antara 10 hingga 41 persen dan akan mulai diberlakukan pada 7 Agustus. Kebijakan ini mencakup puluhan negara mitra dagang Amerika Serikat, termasuk Uni Eropa dan Brasil.

Pemerintah AS menyatakan bahwa tujuan dari kebijakan ini bukan hanya ekonomi, melainkan juga geopolitik. "Beberapa negara memang ingin berdialog lebih jauh, tetapi kami merasa bentuk akhir dari rencana tarif presiden sudah tergambar jelas," tambah Greer.

Salah satu negara yang terdampak signifikan adalah Brasil. Negeri itu dikenai tarif hingga 50 persen atas sejumlah produk ekspor ke AS. Namun, produk strategis seperti pesawat dan jus jeruk masih dikecualikan.

Trump secara terbuka menyatakan bahwa kebijakan tarif terhadap Brasil juga berkaitan dengan posisi politiknya terhadap mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Bolsonaro saat ini sedang menghadapi penyelidikan atas dugaan keterlibatannya dalam rencana kudeta. Trump menyebut kasus tersebut sebagai "perburuan penyihir".

Menurut Greer, tidak aneh bila Trump memanfaatkan tarif sebagai alat tekanan politik luar negeri. "Presiden telah menyaksikan penyalahgunaan hukum dan demokrasi di Brasil, dan menilai tarif sebagai respons yang layak," katanya.

Baca Juga: Rusia Jadikan Ukraina Kelinci Percobaan untuk Bom Luncur Maut UMPB-5

Sementara, penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menegaskan bahwa meskipun diskusi dengan sejumlah mitra dagang masih berlangsung, kebijakan tarif Trump sebagian besar telah "terkunci".

Ketika diwawancarai dalam program Meet the Press di NBC, Hassett ditanya apakah Trump akan meninjau ulang tarif jika pasar keuangan bereaksi negatif. Ia menjawab tegas, "Saya rasa tidak. Ini adalah kesepakatan final."

Namun demikian, sejumlah gugatan hukum telah diajukan terhadap kebijakan tarif ini. Pihak penggugat menilai Trump telah melampaui batas kewenangan konstitusionalnya. Kasus tersebut kini tengah diproses di pengadilan banding dan bisa berujung pada keputusan Mahkamah Agung.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Rekomendasi
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Polda Metro Usut Pemesan...
Polda Metro Usut Pemesan dan Aliran Dana Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Berita Terkini
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved