Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?

Selasa, 05 Agustus 2025 - 07:18 WIB
loading...
A A A
Dilansir BBC, Beijing kemungkinan mencari kelanjutan penangguhan kontrol ekspor AS pada teknologi kunci seperti semikonduktor, sebagai imbalan untuk mempertahankan pasokan stabil mineral tanah jarang. Balasannya bagi AS diharapkan China membatasi produksi fentanyl, meningkatkan akses pasar untuk perusahaan Amerika, meningkatkan pembelian barang dan produk pertanian AS oleh China, dan mendorong lebih banyak investasi China di AS.

Kedua pihak hingga saat ini masih mencari kesepakatan setelah perpanjangan negosiasi tarif 90 hari sudah habis, kini mereka sedang mencoba mencapai sesuai sebelum 12 Agustus, mendatang.

Sedangkan India yang secara konsisten dideskripsikan Trump sebagai "teman baik", terkena tarif 25% untuk barang yang diimpor dari India, bersama dengan "penalti yang tidak ditentukan" karena pembelian minyak dan senjata Rusia.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan, bahwa hubungan Delhi dengan Moskow tetap menjadi "titik gangguan" dalam hubungan India-AS. Hal itu ditandai dengan penurunan tipis dari tarif awal 27% yang diusulkan pada bulan April, yang kemudian ditangguhkan.

ASEAN Babak Belur Dihantam Tarif Trump

Negara-negara di Asia Tenggara menghadapi hasil yang sangat berbeda setelah pengumuman terbaru. Ketika Presiden Trump menerapkan tarif tinggi yang dramatis pada 2 April, tidak ada yang lebih terkejut daripada wilayah ASEAN.

Seperti diketahui model ekonomi kawasan dibangun di atas ekspor. Tarif awal mencapai setinggi 49% pada beberapa negara, mempengaruhi sejumlah industri mulai dari eksportir elektronik di Thailand dan Vietnam hingga pembuat chip di Malaysia dan pabrik pakaian di Kamboja.

Di antara 10 negara di ASEAN, yang dikenal sebagai blok regional Asia Tenggara, Vietnam menjadi yang pertama bernegosiasi dengan AS, dan yang pertama mencapai kesepakatan, dengan menurunkan tarifnya dari 46% menjadi 20%. Meskipun beberapa laporan memperkirakan bahwa Hanoi tidak setuju dengan angka yang diberikan Trump, Vietnam secara efektif menetapkan tolok ukur.

Menurut daftar terbaru, sebagian besar negara lain - termasuk Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam - kini menghadapi tarif sebesar 19% hingga 20%. Sedangkan Brunei mendapatkan tarif sedikit lebih tinggi sebesar 25%.

Laos dan Myanmar terkena dampak paling parah, usai menghadapi tarif tertinggi kedua sebesar 40%. Alasan di balik tarif yang lebih tinggi tersebut tidak jelas, tetapi Dr. Deborah Elms, kepala kebijakan perdagangan di Hinrich Foundation, memprediksi bahwa akses pasar yang terbatas, daya beli rendah, dan hubungan dekat dengan China mungkin telah mempengaruhi keputusan Gedung Putih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Perang Iran Dorong Subsidi...
Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Purbaya Sebut Bank Dunia...
Purbaya Sebut Bank Dunia Lakukan Dosa Besar dan Salah Hitung
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Rekomendasi
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved