Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?

Selasa, 05 Agustus 2025 - 07:18 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, tarif Singapura tetap tidak berubah yakni sebesar 10%. Negara tersebut mengimpor lebih banyak dari AS daripada yang diekspornya.

Tarif Bervariasi di Indo-Pasifik

Tarif bea masuk Pakistan sebesar 19% menjadi yang terendah di antara negara-negara Asia Selatan - dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan pesaing terdekatnya, India.

Seiring dengan meningkatnya hubungan antara Pakistan dan AS di bawah masa jabatan kedua Trump - Pakistan bahkan mencalonkan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada bulan Juni - tarif yang relatif rendah diharapkan dapat memberikan dorongan khusus bagi industri tekstil Pakistan. Tekstil menyumbang hampir 60% dari total ekspor, dengan sebagian besar ditujukan ke AS.

Sedangkan pesaing utama Pakistan pada sektor ini - India, Bangladesh, dan Vietnam - semuanya dikenakan tarif yang lebih tinggi. Afghanistan, Fiji, Nauru, dan Papua Nugini berada di ujung bawah, ketika masing-masing menghadapi tarif 15%.

Baca Juga: Pesan 25 Pesawat Boeing, Cara Bangladesh Mengurangi Tarif AS

Kazakhstan telah menerima 25%. Perlu dicatat bahwa tarif yang diumumkan pada akhir batasa waktu bukanlah yang terakhir, kata Dr Elms. "Perintah eksekutif menyatakan bahwa presiden mempertahankan hak untuk mengubahnya, untuk memodifikasinya berdasarkan percakapan atau peristiwa yang berubah," katanya.

"Jadi pertama, presiden dapat mengambil keputusan apa pun yang dia inginkan. Kedua, dia telah memberikan agensinya cukup banyak kebebasan untuk mengatasi hambatan perdagangan dengan cara yang mereka anggap tepat," bebernya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Perang Iran Dorong Subsidi...
Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Rekomendasi
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved