Digital Fraud Layanan Keuangan Bukan Ancaman Masa Depan, Melainkan Realitas Hari Ini
Rabu, 06 Agustus 2025 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pentingnya Literasi Keuangan dalam Penegakan Hukum Sektor Keuangan
“Dalam praktiknya, kejahatan digital kerap dilakukan oleh sindikat terorganisir. Prosesnya tidak terjadi secara instan, namun berlangsung melalui tahapan-tahapan yang sistematis, yakni pertama, kolaborasi, di mana beberapa individu bersepakat membentuk fraud ring, dengan saling berbagi atau memperjualbelikan informasi pribadi," terangnya.
"Kedua, pembuatan identitas palsu. Ketiga, pemanfaatan akun. Dan keempat Bust-Out atau penarikan besar-besaran yakni setelah mendapatkan limit besar, para pelaku kemudian mencairkan seluruh fasilitas pinjaman secara maksimal, lalu menghilang tanpa jejak,” jelas Kemal.
“Setiap tindakan fraud kini jauh lebih canggih, dan selalu berevolusi. Untuk mencegahnya, diperlukan pendekatan lintas fungsi,” pungkasnya.
“Dalam praktiknya, kejahatan digital kerap dilakukan oleh sindikat terorganisir. Prosesnya tidak terjadi secara instan, namun berlangsung melalui tahapan-tahapan yang sistematis, yakni pertama, kolaborasi, di mana beberapa individu bersepakat membentuk fraud ring, dengan saling berbagi atau memperjualbelikan informasi pribadi," terangnya.
"Kedua, pembuatan identitas palsu. Ketiga, pemanfaatan akun. Dan keempat Bust-Out atau penarikan besar-besaran yakni setelah mendapatkan limit besar, para pelaku kemudian mencairkan seluruh fasilitas pinjaman secara maksimal, lalu menghilang tanpa jejak,” jelas Kemal.
“Setiap tindakan fraud kini jauh lebih canggih, dan selalu berevolusi. Untuk mencegahnya, diperlukan pendekatan lintas fungsi,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :