Trump Kerek Tarif Impor 50%, Hubungan AS-India di Titik Terburuk

Kamis, 07 Agustus 2025 - 21:04 WIB
loading...
A A A
India telah menawarkan beberapa konsesi dalam perundingan, termasuk penghapusan bea masuk atas barang industri AS dan peningkatan pembelian sektor energi dan pertahanan. Namun, India tetap menolak membuka pasar untuk produk pertanian dan susu dari AS, sektor yang sangat sensitif secara politik dan menyangkut kehidupan jutaan warga miskin.

Perbedaan persepsi antara kedua negara juga memperburuk ketegangan, termasuk terkait peran Trump dalam meredakan konflik antara India dan Pakistan pada Mei lalu. Sementara Trump mengklaim berperan dalam gencatan senjata, India membantah keterlibatan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada komunikasi antara Trump dan Modi saat konflik berlangsung.

Pakistan bahkan secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Trump dan berencana mengusulkannya sebagai penerima Nobel Perdamaian. Negara itu juga telah meneken kesepakatan dengan AS untuk kerja sama eksplorasi mineral dan energi.

Direktur Inisiatif Asia Selatan di Asia Society Policy Institute, Farwa Aamer, menilai bahwa kebijakan tarif baru ini akan menguji arah kebijakan luar negeri India ke depan.

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah India akan tetap tumbuh bersama AS, tanpa mengorbankan hubungannya dengan Rusia yang telah menjadi mitra strategis sejak lama," katanya.

Baca Juga: China Tak Kurang Akal, BRICS Diajak Ambil Jalan Pintas Hindari Tarif AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Inggris vs Argentina:...
Inggris vs Argentina: Rival Lama Berebut Final
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Berita Terkini
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved