China Dukung Brasil Melawan Bullying Tarif Impor AS

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 09:37 WIB
loading...
China Dukung Brasil...
China melayangkan kritik kepada Amerika Serikat (AS) terkait keputusannya memberlakukan tarif kepada Brasil. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China melayangkan kritik kepada Amerika Serikat (AS) terkait keputusannya memberlakukan tarif kepada Brasil. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menerangkan, menggunakan perdagangan untuk menekan negara lain merupakan pelanggaran Piagam PBB.

Sebelumnya Washington mengancam Brasil dengan tarif impor tinggi mencapai 50%, mengacu pada perlakuan terhadap mantan pemimpin negara Amerika Selatan itu, Jair Bolsonaro. Diketahui Mahkamah Agung Brasil memerintahkan mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro untuk diadili atas dakwaan merencanakan kudeta.

Sanksi ini diperkenalkan oleh Presiden AS Donald Trump juga sebagai tanggapan terus berlanjutnya kerja sama Brasil dalam kelompok ekonomi BRICS. Baca Juga: BRICS Kembali Diancam Trump dengan Tarif, Begini Respons Kremlin

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan Beijing "secara tegas mendukung Brasil dalam menjaga kedaulatan nasional dan martabat nasionalnya," dan "menentang campur tangan eksternal yang tidak berdasar dalam urusan internal Brasil."

Ia menambahkan, bahwa China mendukung Brasil dalam "melawan bullying dan pemaksaan kebijakan tarif" dan memperkuat kerjasama di antara negara-negara Global Selatan, khususnya melalui kerangka BRICS.

Wang juga melakukan percakapan telepon dengan Celso Amorim, seorang penasihat senior Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, untuk memberitahunya bahwa "menggunakan tarif sebagai senjata untuk menekan negara-negara lain melanggar Piagam PBB, merusak aturan WTO, dan tidak populer serta tidak berkelanjutan."

Pada akhir Juli, Trump mengenakan tarif 50% pada semua barang dari Brasil, dengan alasan apa yang dia sebut sebagai ancaman terhadap "keamanan nasional" AS. Pemimpin AS tersebut terus menyuarakan kekhawatiran, khususnya tentang penuntutan mantan Presiden Brasil Bolsonaro, yang menghadapi persidangan atas dugaan merencanakan kudeta setelah kekalahannya dalam pemilihan 2022.

Trump juga telah menjadi kritikus terhadap BRICS, dengan menuduhnya berusaha untuk merusak kekuatan dolar. BRICS sejauh ini belum memiliki mata uang bersama, tetapi sebagian besar transaksi antar anggotanya dilakukan dalam mata uang nasional.

Lula membalas kritik Trump, dengan menekankan bahwa dia (Trump) bukan "kaisar dunia," lalu mengusulkan pertemuan BRICS untuk merumuskan respons bersama terhadap AS. Brazil bukan satu-satunya negara yang berada di bawah tekanan dari Trump.

Baca Juga: China Tak Kurang Akal, BRICS Diajak Ambil Jalan Pintas Hindari Tarif AS

Pada hari Rabu, pemimpin AS tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa mereka dapat menerapkan tarif terhadap China yang mirip dengan kenaikan 25% pada bea untuk India. Trump sebelumnya Ia mengkritik kedua negara tersebut karena mengimpor minyak Rusia di tengah konflik Ukraina.

Moskow merespons ancaman Trump, dengan mengatakan bahwa setiap negara berdaulat bebas untuk memilih mitra dagangnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved