BRICS Kembali Diancam Trump dengan Tarif, Begini Respons Kremlin

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 21:59 WIB
loading...
BRICS Kembali Diancam...
Merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kepada BRICS untuk kesekian kalinya, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov berkomentar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kepada BRICS untuk kesekian kalinya, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov berkomentar, kelompok negara-negara berkembang terdepan itu tidak akan bereaksi. Sebelumnya Trump mengancam BRICS saat bernegosiasi dengan India terkait kebijakan tarif.

Seperti diketahui BRICS adalah sebuah organisasi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Trump mengklaim bahwa BRICS memiliki "kebijakan anti-Amerika" dan menyatakan bahwa dia akan memberlakukan tarif kepada kelompok tersebut dan sekutunya.

Menjawab hal itu, Peskov mengutarakan, bahwa BRICS "tidak merespons ancaman" dan tidak berpihak melawan negara mana pun. Baca Juga: Strategi Baru Dedolarisasi BRICS, India Izinkan 30 Negara Berdagang dengan Rupee

Peskov mengatakan, kepada para wartawan bahwa perdagangan antara Rusia dan AS "mendekati nol" karena perusahaan-perusahaan AS masih belum kembali setelah meninggalkan Rusia saat invasi Ukraina pada tahun 2022. Namun, dia menunjukkan bahwa "kerja sama dengan pengusaha Rusia" akan menguntungkan bagi ekonomi AS.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa langkah-langkah tambahan yang ia ancamkan terhadap India di tengah perang dagang dapat memengaruhi negara-negara BRICS, yang menurutnya memiliki kebijakan anti-Amerika. Hal ini disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

“Kami sedang melakukan negosiasi, dan ini berkaitan dengan BRICS. Anda tahu, ini adalah kelompok negara yang cenderung melawan AS, dan India adalah salah satu anggotanya. Bisa Anda bayangkan,” ujar Trump, mengkritik tarif tinggi India terhadap barang-barang AS dan hubungan New Delhi dengan Rusia.

“Ini adalah serangan terhadap dolar, dan kita tidak akan membiarkan siapa pun menyerang dolar. Jadi ini sebagian terkait dengan BRICS, dan sebagian lagi terkait dengan perdagangan. Kita memiliki defisit perdagangan yang sangat besar.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Rekomendasi
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Berita Terkini
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved