Komitmen Keberlanjutan, Smelter Arsari Tambang Pakai 100% Listrik Energi Terbarukan
Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Aryo menegaskan bahwa langkah ini juga merupakan respon terhadap tuntutan pasar global yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan. Ia mengatakan bahwa lebih dari 50 persen penggunaan timah dunia saat ini terkait dengan industri semikonduktor dan elektronik, yang sangat memperhatikan aspek lingkungan dalam rantai pasokannya. "Kita sebagai penambang harus mengikuti permintaan pasar. Pelanggan adalah raja," katanya.
Selain pengurangan emisi, PT Arsari Tambang juga memiliki prestasi dalam program rehabilitasi lingkungan. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat tingkat keberhasilan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Krakas, Bangka Tengah mencapai 91 persen. Jenis tanaman yang digunakan dalam program tersebut antara lain jambu mete, cemara udang, dan kayu putih. Menurut Aryo, penanaman pohon-pohon produktif ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Perusahaan juga mulai melakukan restorasi ekosistem laut, terutama terumbu karang di daerah Belinyu, Induk Bangka. Aryo menyebut langkah ini sebagai bagian dari reklamasi tambang laut dan menjadikan Arsari Tambang sebagai perusahaan timah pertama di Indonesia yang secara aktif melakukannya.
Baca Juga: Ogah Dituding Raup Cuan dari Proyek IKN Nusantara, Begini Jawaban Bos Arsari Group
Dari sisi bisnis, perusahaan menargetkan produksi 2.000 ton per tahun dengan proyeksi omzet minimal Rp1 triliun. Meskipun ekspor, terutama ke China, masih menjadi pasar utama, Aryo menekankan bahwa pasar domestik saat ini sudah tumbuh secara signifikan.
Selain pengurangan emisi, PT Arsari Tambang juga memiliki prestasi dalam program rehabilitasi lingkungan. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat tingkat keberhasilan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Krakas, Bangka Tengah mencapai 91 persen. Jenis tanaman yang digunakan dalam program tersebut antara lain jambu mete, cemara udang, dan kayu putih. Menurut Aryo, penanaman pohon-pohon produktif ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Perusahaan juga mulai melakukan restorasi ekosistem laut, terutama terumbu karang di daerah Belinyu, Induk Bangka. Aryo menyebut langkah ini sebagai bagian dari reklamasi tambang laut dan menjadikan Arsari Tambang sebagai perusahaan timah pertama di Indonesia yang secara aktif melakukannya.
Baca Juga: Ogah Dituding Raup Cuan dari Proyek IKN Nusantara, Begini Jawaban Bos Arsari Group
Dari sisi bisnis, perusahaan menargetkan produksi 2.000 ton per tahun dengan proyeksi omzet minimal Rp1 triliun. Meskipun ekspor, terutama ke China, masih menjadi pasar utama, Aryo menekankan bahwa pasar domestik saat ini sudah tumbuh secara signifikan.
Lihat Juga :