Ini Upaya BUMN Dukung Konservasi Terumbu Karang untuk Dorong Kelestarian Laut dan Ekowisata
Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:17 WIB
loading...
Program Konservasi Terumbu Karang di Pesisir Bangsring untuk kelestarian laut.
A
A
A
Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem laut, PERURI bersama sejumlah BUMN lainnya berkolaborasi dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) melaksanakan Program Konservasi Terumbu Karang di Pesisir Bangsring, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (7/8). Program ini bertujuan memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak, mendukung keberlanjutan ekosistem laut, mengurangi emisi karbon, sekaligus mendorong potensi ekowisata bahari di wilayah tersebut.
Kegiatan ini melibatkan PERURI, Hutama Karya, Adhi Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, PT PP, Wijaya Karya, BNI, dan LMI. Sebanyak 2.500 bibit berbagai jenis terumbu karang, di antaranya Acropora Tenuis, Montipora Foliosa, Montipora Aequituberculata, dan Montipora Danae, ditanam di area seluas 200 meter persegi. Seluruh bibit akan dirawat dan dimonitor secara berkala oleh LMI selama satu tahun ke depan.
Pemilihan lokasi ini dilatarbelakangi sejarah kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan destruktif pada periode 1990–2010. Berkat inisiatif kelompok nelayan lokal, sebagian ekosistem berhasil pulih melalui transplantasi karang. Dengan adanya program konservasi ini, area pelestarian diharapkan dapat berkembang dari 1,25 hektar menjadi potensi penuh seluas 15 hektar.
![Ini Upaya BUMN Dukung Konservasi Terumbu Karang untuk Dorong Kelestarian Laut dan Ekowisata]()
Mewakili kolaborasi TJSL BUMN, Manajer Corporate Communication PT Adhi Karya, Aan Susanto, menegaskan bahwa penanaman terumbu karang ini merupakan komitmen nyata BUMN terhadap kelestarian lingkungan.
“Dengan ekosistem terumbu karang yang terjaga, perekonomian masyarakat akan meningkat, pendapatan nelayan bertambah, dan pariwisata dapat berkembang,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Awal Rush A Rendy, menilai program ini sangat strategis untuk memperkuat populasi ikan karang dan menjaga biodiversitas perairan Selat Bali.
Kegiatan ini melibatkan PERURI, Hutama Karya, Adhi Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, PT PP, Wijaya Karya, BNI, dan LMI. Sebanyak 2.500 bibit berbagai jenis terumbu karang, di antaranya Acropora Tenuis, Montipora Foliosa, Montipora Aequituberculata, dan Montipora Danae, ditanam di area seluas 200 meter persegi. Seluruh bibit akan dirawat dan dimonitor secara berkala oleh LMI selama satu tahun ke depan.
Pemilihan lokasi ini dilatarbelakangi sejarah kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan destruktif pada periode 1990–2010. Berkat inisiatif kelompok nelayan lokal, sebagian ekosistem berhasil pulih melalui transplantasi karang. Dengan adanya program konservasi ini, area pelestarian diharapkan dapat berkembang dari 1,25 hektar menjadi potensi penuh seluas 15 hektar.

Mewakili kolaborasi TJSL BUMN, Manajer Corporate Communication PT Adhi Karya, Aan Susanto, menegaskan bahwa penanaman terumbu karang ini merupakan komitmen nyata BUMN terhadap kelestarian lingkungan.
“Dengan ekosistem terumbu karang yang terjaga, perekonomian masyarakat akan meningkat, pendapatan nelayan bertambah, dan pariwisata dapat berkembang,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Awal Rush A Rendy, menilai program ini sangat strategis untuk memperkuat populasi ikan karang dan menjaga biodiversitas perairan Selat Bali.
Lihat Juga :