Ini Upaya BUMN Dukung Konservasi Terumbu Karang untuk Dorong Kelestarian Laut dan Ekowisata
Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
“Terumbu karang yang tumbuh subur akan menjadi habitat alami ikan, yang sangat penting bagi nelayan dan daya tarik wisata bahari,” katanya.
Selain memberikan manfaat ekologis, program ini juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Sebanyak 300 warga dari kelompok perikanan, budidaya, UMKM, dan Pokmaswas terlibat aktif dalam pelaksanaan dan perawatan terumbu karang, menciptakan peluang usaha dengan potensi peningkatan finansial masyarakat. Sebagai kawasan konservasi, Bangsring juga menarik rata-rata 3.000 wisatawan per bulan yang datang untuk menikmati keindahan laut sekaligus belajar tentang pentingnya pelestarian ekosistem laut.
Guritno, perwakilan satuan pengawas internal LMI, menegaskan pentingnya langkah ini untuk masa depan generasi mendatang. “Kami ingin memastikan anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati laut yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Bagi PERURI, keterlibatan dalam program konservasi laut ini merupakan bagian dari komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14 tentang Ekosistem Laut. Ke depan, PERURI berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai inisiatif rehabilitasi ekosistem pesisir, termasuk restorasi mangrove dan terumbu karang, demi menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan seremoni pelepasan bibit terumbu karang ke laut oleh seluruh peserta bersama kelompok masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan menjadi awal gerakan lebih luas untuk menjaga kelestarian laut, memberdayakan masyarakat pesisir, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Selain memberikan manfaat ekologis, program ini juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Sebanyak 300 warga dari kelompok perikanan, budidaya, UMKM, dan Pokmaswas terlibat aktif dalam pelaksanaan dan perawatan terumbu karang, menciptakan peluang usaha dengan potensi peningkatan finansial masyarakat. Sebagai kawasan konservasi, Bangsring juga menarik rata-rata 3.000 wisatawan per bulan yang datang untuk menikmati keindahan laut sekaligus belajar tentang pentingnya pelestarian ekosistem laut.
Guritno, perwakilan satuan pengawas internal LMI, menegaskan pentingnya langkah ini untuk masa depan generasi mendatang. “Kami ingin memastikan anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati laut yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Bagi PERURI, keterlibatan dalam program konservasi laut ini merupakan bagian dari komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14 tentang Ekosistem Laut. Ke depan, PERURI berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai inisiatif rehabilitasi ekosistem pesisir, termasuk restorasi mangrove dan terumbu karang, demi menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan seremoni pelepasan bibit terumbu karang ke laut oleh seluruh peserta bersama kelompok masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan menjadi awal gerakan lebih luas untuk menjaga kelestarian laut, memberdayakan masyarakat pesisir, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
(aik)
Lihat Juga :