Pemerintah Targetkan Investasi Naik 14,2% Jadi Rp2.175 Triliun di 2026
Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:00 WIB
loading...
Menteri Investasi Rosan Roeslani. FOTO/Biro Pers Setpres
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan target investasi nasional sebesar Rp2.175,26 triliun pada 2026. Angka tersebut naik 14,2% dibandingkan target tahun 2025 yang dipatok Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi merangkap Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan penetapan target tersebut mengacu pada perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ia menegaskan, target ambisius ini tetap realistis karena mengikuti tren kenaikan investasi dalam satu dekade terakhir.
"Target pada 2026 yang dicanangkan oleh Bappenas kepada kami adalah Rp2.175,26 triliun, atau meningkat 14,2% dari tahun sebelumnya," ujar Rosan dalam konferensi pers mengenai RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, dikutip pada Minggu (17/8).
Baca Juga: Paviliun Indonesia Cetak Rekor Kunjungan di Expo 2025 Osaka, Catat Komitmen Investasi Rp380 Triliun
Rosan menjelaskan, capaian investasi nasional sepanjang 2014 hingga 2024 telah menembus lebih dari Rp9.900 triliun. Hal ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan meskipun diwarnai berbagai tantangan global.
Dalam jangka menengah, pemerintah menargetkan akumulasi investasi sebesar Rp13.032,8 triliun pada periode 2025–2029. Menurut Rosan, pencapaian target tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi dan mempercepat transformasi menuju hilirisasi industri.
"Dalam lima tahun ke depan, investasi diharapkan meningkat tajam mencapai Rp13.032,8 triliun hingga 2029," ujarnya.
Sementara, realisasi investasi pada semester I-2025 mencapai Rp942,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menyerap tenaga kerja sebanyak 1.259.868 orang.
Rosan memaparkan, kontribusi investasi pada periode tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp510,3 triliun atau 54,1%, dan penanaman modal asing (PMA) Rp432,6 triliun atau 45,9%.
Baca Juga: Ada Danantara, Menteri Rosan Pede Capai Target Investasi Rp1.905,6 Triliun
Secara geografis, porsi investasi di luar Jawa tercatat Rp476 triliun atau 50,5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa yang sebesar Rp466,9 triliun atau 49,5%. Pola ini dinilai menunjukkan mulai terjadinya pemerataan investasi di berbagai wilayah.
Hilirisasi menjadi salah satu kontributor utama, dengan realisasi Rp280,8 triliun pada semester I-2025. Angka itu setara 29,8% dari total investasi dan tumbuh 54,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor mineral mendominasi aktivitas hilirisasi dengan kontribusi mencapai 69%. Pemerintah menilai tren ini akan terus berlanjut seiring percepatan pengembangan industri berbasis sumber daya alam di dalam negeri.
Menteri Investasi merangkap Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan penetapan target tersebut mengacu pada perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ia menegaskan, target ambisius ini tetap realistis karena mengikuti tren kenaikan investasi dalam satu dekade terakhir.
"Target pada 2026 yang dicanangkan oleh Bappenas kepada kami adalah Rp2.175,26 triliun, atau meningkat 14,2% dari tahun sebelumnya," ujar Rosan dalam konferensi pers mengenai RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, dikutip pada Minggu (17/8).
Baca Juga: Paviliun Indonesia Cetak Rekor Kunjungan di Expo 2025 Osaka, Catat Komitmen Investasi Rp380 Triliun
Rosan menjelaskan, capaian investasi nasional sepanjang 2014 hingga 2024 telah menembus lebih dari Rp9.900 triliun. Hal ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan meskipun diwarnai berbagai tantangan global.
Dalam jangka menengah, pemerintah menargetkan akumulasi investasi sebesar Rp13.032,8 triliun pada periode 2025–2029. Menurut Rosan, pencapaian target tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi dan mempercepat transformasi menuju hilirisasi industri.
"Dalam lima tahun ke depan, investasi diharapkan meningkat tajam mencapai Rp13.032,8 triliun hingga 2029," ujarnya.
Sementara, realisasi investasi pada semester I-2025 mencapai Rp942,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menyerap tenaga kerja sebanyak 1.259.868 orang.
Rosan memaparkan, kontribusi investasi pada periode tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp510,3 triliun atau 54,1%, dan penanaman modal asing (PMA) Rp432,6 triliun atau 45,9%.
Baca Juga: Ada Danantara, Menteri Rosan Pede Capai Target Investasi Rp1.905,6 Triliun
Secara geografis, porsi investasi di luar Jawa tercatat Rp476 triliun atau 50,5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa yang sebesar Rp466,9 triliun atau 49,5%. Pola ini dinilai menunjukkan mulai terjadinya pemerataan investasi di berbagai wilayah.
Hilirisasi menjadi salah satu kontributor utama, dengan realisasi Rp280,8 triliun pada semester I-2025. Angka itu setara 29,8% dari total investasi dan tumbuh 54,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor mineral mendominasi aktivitas hilirisasi dengan kontribusi mencapai 69%. Pemerintah menilai tren ini akan terus berlanjut seiring percepatan pengembangan industri berbasis sumber daya alam di dalam negeri.
(nng)
Lihat Juga :