PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Aman selama Perayaan HUT RI ke-80
Minggu, 17 Agustus 2025 - 21:22 WIB
loading...
Pasokan BBM berada pada HOP rata-rata 11,3 hari, sedangkan LNG untuk pembangkit telah terdistribusi sesuai jadwal. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan energi primer ke pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman dan terkendali selama perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80.
Perusahaan memonitor secara cermat mulai dari pengapalan batu bara, suplai gas bumi maupun gas alam cair dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), juga biomassa demi memastikan perayaan kemerdekaan berlangsung lancar tanpa gangguan di setiap sudut Tanah Air.
"Stok batu bara pembangkit saat ini sangat aman, dengan rata-rata hari operasi (HOP) mencapai 29,9 hari," ujar Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam keterangan pers, Minggu (17/8).
Baca Juga: Kejar Zero Accident, PLN EPI Andalkan Digitalisasi Melalui Inspekta
Rakhmad merinci, HOP pembangkit di Regional Jamali (Jawa, Madura, Bali) mencapai 29,9 hari, Regional Sumkal (Sumatera, Kalimantan) 30,6 hari, dan Regional Sulmapana (Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara) bahkan mencapai 33,3 hari.
Selain itu, pasokan BBM berada pada HOP rata-rata 11,3 hari, sedangkan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) untuk pembangkit telah terdistribusi sesuai jadwal. Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama PLN dan Subholding PLN Indonesia Power serta PLN Nusantara Power agar operasional pembangkit di seluruh Indonesia tetap optimal tanpa hambatan.
"Bagi kami, menjaga pasokan energi primer bukan sekadar tugas operasional, tetapi bentuk bakti kepada bangsa. Terangnya listrik di Hari Kemerdekaan RI adalah simbol semangat kemerdekaan, kedaulatan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa," tegas Rakhmad.
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Dengan keandalan pasokan energi primer, lanjut dia, PLN EPI memastikan listrik tetap mengalir menerangi rumah-rumah, jalan-jalan, dan alun-alun di mana pun masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dengan penuh suka cita.
Perusahaan memonitor secara cermat mulai dari pengapalan batu bara, suplai gas bumi maupun gas alam cair dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), juga biomassa demi memastikan perayaan kemerdekaan berlangsung lancar tanpa gangguan di setiap sudut Tanah Air.
"Stok batu bara pembangkit saat ini sangat aman, dengan rata-rata hari operasi (HOP) mencapai 29,9 hari," ujar Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam keterangan pers, Minggu (17/8).
Baca Juga: Kejar Zero Accident, PLN EPI Andalkan Digitalisasi Melalui Inspekta
Rakhmad merinci, HOP pembangkit di Regional Jamali (Jawa, Madura, Bali) mencapai 29,9 hari, Regional Sumkal (Sumatera, Kalimantan) 30,6 hari, dan Regional Sulmapana (Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara) bahkan mencapai 33,3 hari.
Selain itu, pasokan BBM berada pada HOP rata-rata 11,3 hari, sedangkan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) untuk pembangkit telah terdistribusi sesuai jadwal. Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama PLN dan Subholding PLN Indonesia Power serta PLN Nusantara Power agar operasional pembangkit di seluruh Indonesia tetap optimal tanpa hambatan.
"Bagi kami, menjaga pasokan energi primer bukan sekadar tugas operasional, tetapi bentuk bakti kepada bangsa. Terangnya listrik di Hari Kemerdekaan RI adalah simbol semangat kemerdekaan, kedaulatan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa," tegas Rakhmad.
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Dengan keandalan pasokan energi primer, lanjut dia, PLN EPI memastikan listrik tetap mengalir menerangi rumah-rumah, jalan-jalan, dan alun-alun di mana pun masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dengan penuh suka cita.
(nng)
Lihat Juga :