Kolaborasi Strategis Bank Rakyat dan BRA Hadirkan Produk Perbankan yang Relevan
Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:07 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kumpulan Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad (BKRM) atau Bank Rakyat, bersama PT Bathi Rakyat Abadi (PT BRA), hari ini resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama sektor swasta antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus menandai inisiatif pertama BKRM untuk bisa merambah pasar internasional setelah lebih dari enam dekade beroperasi sebagai bank koperasi Islam terbesar di Malaysia.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua pihak pun coba membangun kolaborasi dengan perbankan lokal untuk makin mempererat hubungan antarnegara. Inisiatif ini diharapkan mampu makin memperkuat hubungan ekonomi bilateral serta menghadirkan produk keuangan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menteri Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia,Yang Berhormat Datuk Ewon Benedick, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan aspirasi bersama Malaysia dan Indonesia dalam memperkuat komunitas, memperluas akses serta inklusi keuangan, sekaligus memperkokoh gerakan koperasi lintas batas negara.
Adanya kerjasama antara Bank Rakyat dan PT Bathi Rakyat Abadi ini merupakan langkah bermakna dalam mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia melalui gerakan koperasi.
Hal ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk semakin membangun sistem keuangan inklusif yang coba untuk bisa memberdayakan masyarakat, mendorong pembangunan yang berkelanjutan,serta menciptakan peluang yang bermanfaat bagi komunitas di kedua negara.
“Adanya kerjasama ini sekaligus membuka berbagai peluang bisnis dan perbankan, serta memperkuat aspirasi Bank Rakyat untuk memperluas pasar produk dan layanan ke tingkat internasional, sekaligus memperkokoh perannya sebagai salah satu pelopor keuangan koperasi,” ungkap Datuk Mohd Irwan Mohd Mubarak, Pengerusi Bank Rakyat.
Hingga akhir tahun 2024, BKRM tercatat memiliki total aset sebesar RM122,92 miliar, berada di bawah pengawasan Bank Negara Malaysia dan regulasi Development Financial Institutions Act 2002 (DAFIA).
Sementara itu, PT BRA dibentuk secara khusus sebagai mitra strategis untuk bisa mendukung percepatan ekspansi bisnis BKRM di Indonesia, dengan peran utama untuk memastikan implementasi yang efektif serta relevan dengan kebutuhan pasar lokal.
Kerjasama ini akan mulai diimplementasikan setelah seluruh persyaratan teknis dan regulasi Indonesia Malaysia terpenuhi, dengan target operasional penuh sebelum akhir 2025.
“Inisiatif ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus menghadirkan produk keuangan yang mendukung para guru dan ekosistem pendidikan nasional,” ujar Makki Omar Parikesit, President Director PT Bathi Rakyat Abadi.
Pembetot bass band Ungu ini mengungkapkan bahwa Bank rakyat Malaysia terkenal syariah compliance proven kenalkan filosofi dan paradigma kenapa bank rakyat kami dengan beliau hasilkan kesepakatan starting point di guru segmen market belum dikenalkan financial service dan kami ingin fokus satu hal dulu bisa kembangkan lainnya di Indonesia.
“Kerjasama bangun produk sama sama kita akan produk kembangkan alokasi kembangkan pasar guru dan tenaga pendidikan lalu segmen lain yang menjangkau lebih luas lagi,”ucapnya.
Harapan dan doa yang tulus turut disampaikan oleh para tamu undangan yang hadir, mencerminkan optimisme bersama atas terjalinnya kerja sama strategis ini.Seperti yang diungkapkan oleh Shareholder of Indika , Indofood dan RSPI, Tri Sudwikatmono menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah baru di Indonesia.
“Kami berharap inisiatif ini dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat nyata, serta terus berkembang. Lebih dari itu, semoga kerja sama ini juga dapat membuka akses bagi peluang kolaborasi lain yang lebih luas di masa mendatang,”ungkapnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, BKRM dan PT BRA menegaskan visi bersama untuk dapat menjadikan kerja sama ini sebagai model kemitraan internasional.
Acara penandatanganan MoU ini turut dihadiri oleh Ketua Pegawai Eksekutif Bank Rakyat, Ahmad Shahril Mohd Shariff, serta Pengerusi RMS Sdn Bhd, Tuan Haji Jafri Kudus dan dihadiri juga oleh perwakilan dari Indonesia yaitu Adi Priyanto Putro, director of WIKA Realty, dan Tri Sudwikatmono, Shareholder of Indika , Indofood dan RSPI
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama sektor swasta antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus menandai inisiatif pertama BKRM untuk bisa merambah pasar internasional setelah lebih dari enam dekade beroperasi sebagai bank koperasi Islam terbesar di Malaysia.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua pihak pun coba membangun kolaborasi dengan perbankan lokal untuk makin mempererat hubungan antarnegara. Inisiatif ini diharapkan mampu makin memperkuat hubungan ekonomi bilateral serta menghadirkan produk keuangan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menteri Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia,Yang Berhormat Datuk Ewon Benedick, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan aspirasi bersama Malaysia dan Indonesia dalam memperkuat komunitas, memperluas akses serta inklusi keuangan, sekaligus memperkokoh gerakan koperasi lintas batas negara.
Adanya kerjasama antara Bank Rakyat dan PT Bathi Rakyat Abadi ini merupakan langkah bermakna dalam mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia melalui gerakan koperasi.
Hal ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk semakin membangun sistem keuangan inklusif yang coba untuk bisa memberdayakan masyarakat, mendorong pembangunan yang berkelanjutan,serta menciptakan peluang yang bermanfaat bagi komunitas di kedua negara.
“Adanya kerjasama ini sekaligus membuka berbagai peluang bisnis dan perbankan, serta memperkuat aspirasi Bank Rakyat untuk memperluas pasar produk dan layanan ke tingkat internasional, sekaligus memperkokoh perannya sebagai salah satu pelopor keuangan koperasi,” ungkap Datuk Mohd Irwan Mohd Mubarak, Pengerusi Bank Rakyat.
Hingga akhir tahun 2024, BKRM tercatat memiliki total aset sebesar RM122,92 miliar, berada di bawah pengawasan Bank Negara Malaysia dan regulasi Development Financial Institutions Act 2002 (DAFIA).
Sementara itu, PT BRA dibentuk secara khusus sebagai mitra strategis untuk bisa mendukung percepatan ekspansi bisnis BKRM di Indonesia, dengan peran utama untuk memastikan implementasi yang efektif serta relevan dengan kebutuhan pasar lokal.
Kerjasama ini akan mulai diimplementasikan setelah seluruh persyaratan teknis dan regulasi Indonesia Malaysia terpenuhi, dengan target operasional penuh sebelum akhir 2025.
“Inisiatif ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus menghadirkan produk keuangan yang mendukung para guru dan ekosistem pendidikan nasional,” ujar Makki Omar Parikesit, President Director PT Bathi Rakyat Abadi.
Pembetot bass band Ungu ini mengungkapkan bahwa Bank rakyat Malaysia terkenal syariah compliance proven kenalkan filosofi dan paradigma kenapa bank rakyat kami dengan beliau hasilkan kesepakatan starting point di guru segmen market belum dikenalkan financial service dan kami ingin fokus satu hal dulu bisa kembangkan lainnya di Indonesia.
“Kerjasama bangun produk sama sama kita akan produk kembangkan alokasi kembangkan pasar guru dan tenaga pendidikan lalu segmen lain yang menjangkau lebih luas lagi,”ucapnya.
Harapan dan doa yang tulus turut disampaikan oleh para tamu undangan yang hadir, mencerminkan optimisme bersama atas terjalinnya kerja sama strategis ini.Seperti yang diungkapkan oleh Shareholder of Indika , Indofood dan RSPI, Tri Sudwikatmono menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah baru di Indonesia.
“Kami berharap inisiatif ini dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat nyata, serta terus berkembang. Lebih dari itu, semoga kerja sama ini juga dapat membuka akses bagi peluang kolaborasi lain yang lebih luas di masa mendatang,”ungkapnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, BKRM dan PT BRA menegaskan visi bersama untuk dapat menjadikan kerja sama ini sebagai model kemitraan internasional.
Acara penandatanganan MoU ini turut dihadiri oleh Ketua Pegawai Eksekutif Bank Rakyat, Ahmad Shahril Mohd Shariff, serta Pengerusi RMS Sdn Bhd, Tuan Haji Jafri Kudus dan dihadiri juga oleh perwakilan dari Indonesia yaitu Adi Priyanto Putro, director of WIKA Realty, dan Tri Sudwikatmono, Shareholder of Indika , Indofood dan RSPI
(aik)
Lihat Juga :