3 Harta Karun Mineral Crimea Ukraina yang Kini Dicaplok Rusia

Selasa, 19 Agustus 2025 - 20:23 WIB
loading...
3 Harta Karun Mineral...
Crimea memiliki nilai yang sangat penting bagi Rusia, baik dari sisi sejarah, geopolitik, maupun ekonomi. Foto/Ilustrasi, Reuters
A A A
JAKARTA - Crimea memiliki nilai yang sangat penting bagi Rusia , baik dari sisi sejarah, geopolitik, maupun ekonomi. Sebelumnya Presiden Donald Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melupakan gagasan Ukraina merebut kembali Crimea.

Trump yang saat ini sedang fokus merumuskan kesepakatan damai daripada gencatan senjata untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina (yang dipicu ketika Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022), berbagi nasihat menjelang pertemuan Zelensky dan para pemimpin utama Eropa di Gedung Putih.

Seperti diketahui Crimea telah berada di bawah pendudukan Rusia sejak 2014, ketika pasukan yang didukung Moskow mengambil alih wilayah tersebut. Pada awalnya, Rusia sempat membantah terlibat langsung dalam pendudukan terhadap wilayah yang memiliki hubungan sejarah panjang.

Baca Juga: Krimea Masuk Wilayah Ukraina atau Rusia? Sejarah Panjang Sejak Era Ottoman hingga Kini

Ada beberapa alasan penting yang membuat wilayah Crimea begitu vital bagi Rusia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah harta karun mineral yang dimiliki Rusia di Semenanjung Krimea setelah wilayah tersebut dicaplok pada tahun 2014.Penguasaan ini mencakup aset pertambangan dan sumber daya alam Crimea yang signifikan.

Berikut 3 Harta Karun Mineral Crimea:

1. Gas Alam dan Minyak Bumi

Rusia mendapatkan kendali penuh atas perusahaan gas dan minyak milik Ukraina, Chernomornaftogaz, dan juga menguasai ladang gas dan minyak di Laut Hitam di lepas pantai Crimea.

Crimea kaya akan sumber daya alam, termasuk deposit gas alam dan minyak bumi di lepas pantai. Dengan menguasai semenanjung ini, Rusia juga mendapatkan kendali atas aset-aset ekonomi yang berharga tersebut.

2. Bijih Titanium

Crimea memiliki deposit bijih titanium yang penting. Titanium adalah mineral strategis yang digunakan dalam industri kedirgantaraan, pertahanan, dan teknologi tinggi.

3. Bijih Besi

Selain titanium, wilayah tersebut juga memiliki deposit bijih besi yang merupakan sumber daya vital untuk industri baja.Sumber daya alam yang kaya di Ukraina, tidak terkecuali di Crime selalu menjadi faktor strategis dalam perang.

Sampai batas tertentu, invasi Rusia ke Ukraina didorong oleh kepentingan untuk menangkap dan mengendalikan sumber daya ini - termasuk mineral penting, lahan subur, dan cadangan energi.

Kerugian Ukraina Kehilangan Crimea

Pada 2014 yang lalu, Menteri ekologi dan sumber daya alam Ukraina memperkirakan, bahwa Kiev telah kehilangan sumber daya alam dan aset terkait senilai USD10,8 miliar ketika Rusia menganeksasi wilayah Crimea.

Dicaploknya Crimea oleh Rusia membuat Ukraina kehilangan aset sumber daya alamnya, yang mencakup bisnis, 198 ladang migas dan 380 ladang prospektif. Baca Juga: Mengenal Krimea, Wilayah Hasil Aneksasi Rusia yang Jadi Target Serangan Ukraina

"Staf kementerian telah menilai nilai pasar dari basis sumber daya untuk Crimea. Menurut perkiraan awal, nilainya adalah 127 miliar hryvnia," kata Juru bicara Andriy Mokhnyk saat itu

Wilayah Crimea merupakan rumah bagi perusahaan pengeboran lepas pantai Chernomorneftegaz (Chornomornaftohaz) dan Rusia telah menempatkan cadangan minyak Krimea sebanyak 47 juta ton dan gas sebanyak 165,3 miliar meter kubik, seperti diungkap RIA.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Uni Eropa Curi Harta...
Uni Eropa Curi Harta Moskow? Bunga Aset Rusia Rp27,36 Triliun Dipakai Bayar Utang Ukraina
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekomendasi
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved