Apolin Minta Kepastian Pasokan Gas Bumi untuk Industri Oleokimia
Selasa, 19 Agustus 2025 - 21:09 WIB
loading...
Apolin meminta kepastian pasokan gas bumi untuk industri oleokimia. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Kalangan pengusaha oleokimia menyampaikan kekhawatiran terhadap terbatasnya pasokan gas bumi yang dinilai dapat mengganggu kelancaran bisnis dan aktivitas produksi. Pasokan gas menjadi sumber utama sekaligus bahan penunjang penting dalam proses industri tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Norman Wibowo menyayangkan rencana pengurangan pasokan gas bumi tertentu (HGBT) dari produsen. Menurut dia, gas tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga digunakan untuk menghasilkan hidrogen yang menjadi komponen penting dalam proses produksi dan sulit digantikan.
"Jika pasokan gas tersendat, otomatis produksi industri juga terhambat. Dampaknya bisa meluas ke sektor bisnis secara keseluruhan," ujar Norman di Jakarta, Selasa (19/8).
Baca Juga: Inaplas Beberkan Dampak Positif Perpanjangan HGBT ke Sektor Industri
Norman menuturkan, kapasitas produksi industri oleokimia sebenarnya sudah menurun pada semester I-2025. Salah satu faktor yang memengaruhi ialah tersendatnya distribusi gas HGBT.
Berdasarkan data Apolin, kebutuhan industri dalam negeri diperkirakan mencapai 2.700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, pasokan HGBT yang tersedia hanya sekitar 1.600 MMSCFD, dengan lebih dari 50 persen atau sekitar 900 MMSCFD disalurkan kepada BUMN seperti PLN dan Pupuk Indonesia.
Sisa pasokan tersebut kemudian dibagikan untuk kebutuhan perusahaan swasta, sehingga porsinya relatif kecil. Kondisi ini dinilai menekan ruang gerak industri oleokimia yang membutuhkan kepastian energi dalam menjalankan produksinya.
"Dengan alokasi yang terbatas, ditambah adanya wacana pembatasan ke depan, maka dunia usaha berpotensi menghadapi situasi yang makin sulit," kata Norman.
Baca Juga: HGBT Dilanjutkan, Kadin dan Inaplas Optimistis Sektor Industri Makin Kompetitif
Ia juga mengingatkan, bila persoalan ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berimbas pada keberlangsungan tenaga kerja. Saat ini terdapat lebih dari 12.000 pekerja yang menggantungkan penghidupannya di sektor oleokimia.
Untuk itu, Apolin berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi kebijakan sesuai regulasi dalam Kepmen 76.K/MG.01/MEM.M/2025. Implementasi aturan tersebut dinilai penting agar program hilirisasi dan ketahanan industri tetap berjalan.
"Kami berharap pemerintah ikut turun tangan memberikan kepastian pasokan gas, sehingga industri dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan," tutur Norman.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Norman Wibowo menyayangkan rencana pengurangan pasokan gas bumi tertentu (HGBT) dari produsen. Menurut dia, gas tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga digunakan untuk menghasilkan hidrogen yang menjadi komponen penting dalam proses produksi dan sulit digantikan.
"Jika pasokan gas tersendat, otomatis produksi industri juga terhambat. Dampaknya bisa meluas ke sektor bisnis secara keseluruhan," ujar Norman di Jakarta, Selasa (19/8).
Baca Juga: Inaplas Beberkan Dampak Positif Perpanjangan HGBT ke Sektor Industri
Norman menuturkan, kapasitas produksi industri oleokimia sebenarnya sudah menurun pada semester I-2025. Salah satu faktor yang memengaruhi ialah tersendatnya distribusi gas HGBT.
Berdasarkan data Apolin, kebutuhan industri dalam negeri diperkirakan mencapai 2.700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, pasokan HGBT yang tersedia hanya sekitar 1.600 MMSCFD, dengan lebih dari 50 persen atau sekitar 900 MMSCFD disalurkan kepada BUMN seperti PLN dan Pupuk Indonesia.
Sisa pasokan tersebut kemudian dibagikan untuk kebutuhan perusahaan swasta, sehingga porsinya relatif kecil. Kondisi ini dinilai menekan ruang gerak industri oleokimia yang membutuhkan kepastian energi dalam menjalankan produksinya.
"Dengan alokasi yang terbatas, ditambah adanya wacana pembatasan ke depan, maka dunia usaha berpotensi menghadapi situasi yang makin sulit," kata Norman.
Baca Juga: HGBT Dilanjutkan, Kadin dan Inaplas Optimistis Sektor Industri Makin Kompetitif
Ia juga mengingatkan, bila persoalan ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berimbas pada keberlangsungan tenaga kerja. Saat ini terdapat lebih dari 12.000 pekerja yang menggantungkan penghidupannya di sektor oleokimia.
Untuk itu, Apolin berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi kebijakan sesuai regulasi dalam Kepmen 76.K/MG.01/MEM.M/2025. Implementasi aturan tersebut dinilai penting agar program hilirisasi dan ketahanan industri tetap berjalan.
"Kami berharap pemerintah ikut turun tangan memberikan kepastian pasokan gas, sehingga industri dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan," tutur Norman.
(nng)
Lihat Juga :