Pertemuan BRICS Pekan Ini, India Tegaskan Bakal Hapus Penggunaan Dolar AS

Selasa, 19 Agustus 2025 - 22:40 WIB
loading...
Pertemuan BRICS Pekan...
Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping menghadiri upacara foto bersama sebelum sidang pleno KTT BRICS di Kazan, Rusia, pada Rabu, 23 Oktober 2024. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - India akan membahas perdagangan denominasi rupee dengan Rusia, anggota BRICS, dalam pertemuan delegasi tingkat tinggi di Moskow pekan ini. Menurut laporan Watcher Guru, pembicaraan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 20-21 Agustus, dan India berupaya memperkuat nilai rupee di tengah tarif dan perang dagang yang dipicu oleh Trump. Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengambil serangkaian langkah berani untuk melindungi ekonomi negara dari tarif tersebut.

Baca Juga: Kirim Surat Edaran ke BRICS, India Hentikan Penggunaan Dolar AS

Menurut laporan Watcher Guru, India akan memimpin pembicaraan dengan Rusia, meminta mereka untuk menyelesaikan transaksi lintas batas dalam mata uang rupee. Kesepakatan kebijakan baru dapat disusun setelah pertemuan tersebut, di mana dolar AS akan mengambil peran yang lebih kecil dalam perdagangan dan transaksi. Jika kesepakatan ini terwujud, hal ini akan menjadi dorongan besar bagi India karena akan menginternasionalkan rupee.

Selain itu, seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Bloomberg bahwa India, sebagai anggota BRICS, akan membahas perjanjian perdagangan bebas yang menyoroti rupee dengan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) selama kunjungan ke Rusia.

Pertemuan tingkat tinggi di Moskow ini akan berlangsung setelah Trump memberlakukan tarif 50% terhadap India atas pembelian minyak Rusia. Tarif tersebut juga diberlakukan terhadap Brasil, dan Lula da Silva berencana untuk mengeluarkan pernyataan bersama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Infografis
Makin Tertarik Gabung...
Makin Tertarik Gabung BRICS dan Siap Tinggalkan Dolar AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved