Menjaga Ketahanan Energi Nasional lewat Kepastian Pasokan Gas Bumi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:46 WIB
loading...
Menjaga Ketahanan Energi...
Ketahanan energi nasional, khususnya di sektor gas bumi, terus menghadapi tantangan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketahanan energi nasional , khususnya di sektor gas bumi , terus menghadapi tantangan. Menurunnya sumber pasokan gas pipa dari sejumlah blok minyak dan gas ( migas ) tua di wilayah Indonesia bagian Barat telah menciptakan kekhawatiran baru dari para pengguna gas, terutama para pelaku industri.

Pakar Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Tumiran menyatakan tanpa jaminan pasokan gas yang memadai dalam jangka panjang, bisnis mereka terancam karam. Hal yang lebih mengerikan adalah ribuan karyawan bisa terkena dampak buruknya.

"Kalau pasokan gas nggak terjamin dan kolaps karena tidak produksi, itu segmen pasar bisa hilang. Nah segmen pasar hilang untuk mengembalikan kepercayaan pasar akan sangat sulit. Tapi yang lebih positif kan orang-orang itu potensi kehilangan lapangan kerja kan terhindarkan. Nah itu harus dijaga, kepentingan sosial ekonomi harus dijaga,” ungkap Tumiran yang juga pernah menjadi anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dikutip Rabu (20/8/2025).

Baca Juga: Pengusaha Mamin Ingin Kepastian Pasokan Gas bagi Industri

Gas bumi, lanjut Tumiran, memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dan menciptakan banyak lapangan kerja dan sektor-sektor pengguna gas bumi terbesar di antaranya kelistrikan, petrokimia, pupuk, industri alas kaki, industri keramik dan industri kaca. Lebih dari 90% pasokan gas bumi nasional mengalir ke sektor-sektor penting tersebut.

Namun pergeseran sumber gas domestik dari wilayah Indonesia bagian Barat dengan dominasi gas pipa ke wilayah Indonesia bagian Timur yang memproduksi Liquefied Natural Gas (LNG), membuat pasokan gas menjadi lebih menantang. Selain harganya lebih tinggi, sebagian produksi LNG Indonesia sudah memiliki kontrak dengan pembeli di luar negeri atau di ekspor.

”Kalau memang dari gas dalam negeri itu sudah dialokasikan untuk ekspor seperti dari Tangguh, Bontang, dan lainnya memang sebagian sudah didedikasikan kontrak, ya sudah buka saja pasar impor. Jangan malu,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Rekomendasi
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
Eropa Pernah Ketakutan...
Eropa Pernah Ketakutan Bakal Membeku, Kini Kelebihan Pasokan Gas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved