Sanksi Barat Bakal Dihapus, Perusahaan Raksasa AS Bersiap Kembali ke Pasar Rusia

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:43 WIB
loading...
Sanksi Barat Bakal Dihapus,...
Perusahaan raksasa energi dan Teknologi Informasi (TI) asal Amerika Serikat (AS) tertarik untuk kembali ke pasar Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perusahaan raksasa energi dan Teknologi Informasi (TI) asal Amerika Serikat (AS) tertarik untuk kembali ke pasar Rusia . Akan tetapi Kepala Kamar Dagang Amerika di Rusia mengatakan, syaratnya adalah kesepakatan damai harus dicapai dan sanksi Barat dicabut sebelum semua itu memungkinkan.

Pernyataan Robert Agee itu disampaikan setelah pertemuan Gedung Putih pada hari Senin, yang mempertemukan Presiden AS Donald Trump, Vladimir Zelensky dari Ukraina, dan pendukung utama Kiev yang berasal dari Eropa. Pertemuan itu menyusul dialog antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump di Alaska.

Baca Juga: Konflik dengan Rusia, Eropa Disebut Hanya Menanggung Beban Ekonomi Barat

Ketua Kamar Dagang Robert Agee mencatat, bahwa bisnis Amerika masih menunggu pencabutan sanksi terkait Ukraina. Dalam sebuah wawancara dengan harian bisnis Rusia RBK pada hari Rabu, Agee mengatakan bahwa masih terlalu awal untuk memperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan AS akan kembali dalam waktu dekat.

"Mereka hanya menunggu giliran, mereka mengamati, dan berpikir," jelasnya.

Lebih lanjut Ia juga menerangkan, bahwa perusahaan-perusahaan masih mengevaluasi kondisi untuk kemungkinan kembali ke Rusia. Agee juga menyambut keputusan terbaru oleh Putin untuk mengizinkan raksasa energi AS ExxonMobil mengambil kembali sahamnya dalam proyek energi Sakhalin-1.

Meskipun belum siap untuk kembali, katanya, langkah ini mengirimkan pesan yang jelas kepada bisnis-bisnis Amerika. “Saya pikir sinyal ini akan diterima dengan baik,” katanya.

Baca Juga: China Balas Dendam ke UE usai Terseret Sanksi Rusia

Disebutkan olehnya hal itu sebagai “sinyal yang sangat baik dan positif” dan sebagai indikasi bahwa mungkin ada “dukungan kuat untuk kembali. ”Menurut Agee, sekitar 20% perusahaan AS yang keluar dari pasar Rusia di tahun 2022-2023 mengamankan opsi pembelian kembali aset mereka. Sebagian besar dari perjanjian tersebut akan berakhir pada tahun 2026 atau 2027," terangnya.

Banyak bisnis internasional menarik diri dari Rusia karena sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diberlakukan setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022. Sementara yang lain meninggalkan Rusia untuk menghindari risiko sanksi sekunder atau tekanan internasional yang lebih luas.

Awal tahun ini, Putin memerintahkan pemerintah untuk menyusun peraturan bagi perusahaan-perusahaan Barat yang ingin kembali ke pasar Rusia. Kerangka yang diusulkan bertujuan untuk memastikan perlindungan yang memadai bagi bisnis domestik.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Rekomendasi
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
AS Bersiap Kirim Lebih...
AS Bersiap Kirim Lebih Banyak Jet Tempur ke Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved