Manfaatkan Momentum dari Pelemahan IHSG, Yuk Borong Saham
Jum'at, 11 September 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
“Karena pengumuman PSBB itu, otomatis pasar saham menjadi tertekan. Itu efek psikologisnya, dan kita akan melihat bagaimana itu akan berkembang selanjutnya,” kata Suahasil pada acara ASEAN Webinar Series di Jakarta, kemarin. (Baca juga: Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri China Ternyata Bukan Hadis Shahih)
Melemahnya IHSG seharusnya bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk membeli saham yang masih memiliki fundamental yang bagus. Sebagian analis menilai, kedepan IHSG akan berada di dalam kondisi bullish. Adapun bullish adalah suatu kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren naik atau menguat.
“IHSG masih bergerak di dalam kondisi bullish, major trendnya bullish. IHSG kalau pun turun, turunnya maksimal sampai tanggal 11 atau 14. Jadi, kalau kita lihat indeks turun mendekati tanggal 11 dan hari ini Dow Jones sudah naik harusnya support baru baik time support atau prime support akan terbentuk,” kata Founder Astronacci, Gema Goeyardy dalam acara Market Opening IDX Channel, kemarin.
Dia juga menyarankan kepada investor untuk melakukan strategi buy weakness. Gema beralasan, ada situasi yang unik dalam perdagangan saham di Tanah Air dimana dia membandingkan antara grafik kenaikan Covid-19 yang meningkat di Indonesia dengan Dow Jones, IHSG dan rupiah. (Lihat videonya: Tawuran Remaja Sambil Berenang Kembali Terjadi di Jakarta Utara)
Emiten yang bergerak di bidang perbankan dan konsumer masih akan menjadi penopang utama untuk Indeks Harga Saham Gabungan selama PSBB. Sejumlah saham big cap yang dinilai potensial diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan lainnya. Sedangkan saham konsumer salah satunya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ICBP). (Rina Anggraeni/Aditya Pratama/Hafid Fuad)
Melemahnya IHSG seharusnya bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk membeli saham yang masih memiliki fundamental yang bagus. Sebagian analis menilai, kedepan IHSG akan berada di dalam kondisi bullish. Adapun bullish adalah suatu kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren naik atau menguat.
“IHSG masih bergerak di dalam kondisi bullish, major trendnya bullish. IHSG kalau pun turun, turunnya maksimal sampai tanggal 11 atau 14. Jadi, kalau kita lihat indeks turun mendekati tanggal 11 dan hari ini Dow Jones sudah naik harusnya support baru baik time support atau prime support akan terbentuk,” kata Founder Astronacci, Gema Goeyardy dalam acara Market Opening IDX Channel, kemarin.
Dia juga menyarankan kepada investor untuk melakukan strategi buy weakness. Gema beralasan, ada situasi yang unik dalam perdagangan saham di Tanah Air dimana dia membandingkan antara grafik kenaikan Covid-19 yang meningkat di Indonesia dengan Dow Jones, IHSG dan rupiah. (Lihat videonya: Tawuran Remaja Sambil Berenang Kembali Terjadi di Jakarta Utara)
Emiten yang bergerak di bidang perbankan dan konsumer masih akan menjadi penopang utama untuk Indeks Harga Saham Gabungan selama PSBB. Sejumlah saham big cap yang dinilai potensial diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan lainnya. Sedangkan saham konsumer salah satunya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ICBP). (Rina Anggraeni/Aditya Pratama/Hafid Fuad)
(ysw)
Lihat Juga :