Diancam Sanksi AS, India dan Rusia Targetkan Pertumbuhan Dagang Rp1.632 Triliun

Kamis, 21 Agustus 2025 - 21:15 WIB
loading...
Diancam Sanksi AS, India...
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi, Jumat 5 Oktober 2018. FOTO/AP
A A A
MOSKOW - India dan Rusia menargetkan peningkatan volume perdagangan bilateral hingga USD 100 miliar atau setara Rp1.632 triliun dalam lima tahun ke depan naik hampir 50% dari kondisi saat ini. Langkah tersebut dilakukan di tengah ancaman sanksi dan tarif dari Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengumumkan hal tersebut dalam kunjungannya ke Moskow, seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (21/8). Kedua negara berkomitmen untuk mempermudah arus perdagangan dengan mengurangi hambatan tarif dan non-tarif.

"Kami menekankan pentingnya menghilangkan hambatan dan mengurangi kendala non-tarif untuk mencapai tujuan ambisius ini," ujar Jaishankar.

Baca Juga: Tak Gubris Tekanan AS, Rusia Tegaskan Akan Terus Memasok Minyak ke India Tanpa Terputus

Rusia kini merupakan mitra dagang terbesar keempat India, sementara India adalah mitra dagang terbesar kedua Rusia. Peningkatan kerja sama ekonomi ini menandai hubungan strategis yang terus vertanam di antara kedua negara.

Kunjungan Jaishankar ke Rusia ini merupakan bagian dari diplomasi intensif di antara anggota pendiri BRICS, yang menghadapi kebijakan perdagangan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Ia berada di Moskow untuk dialog tahunan tiga hari yang mempersiapkan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke India pada akhir tahun.

New Delhi menunjukkan pergeseran strategi menjauhi Washington di bawah tekanan ancaman tarif. Perdana Menteri Narendra Modi bahkan menyebut Putin sebagai "teman" setelah melakukan panggilan telepon dengan pemimpin Kremlin tersebut. Administrasi Trump kerap mengkritik India atas pembelian minyak mentah dari Rusia. AS berargumen bahwa perdagangan tersebut membantu Moskow membiayai perang di Ukraina.

Trump telah memberlakukan tarif 25 persen untuk barang-barang India dan mengancam akan menaikkannya menjadi 50 persen pada 27 Agustus mendatang. Kenaikan itu berpotensi merugikan ekspor India ke AS yang bernilai USD 85 miliar per tahun.

Baca Juga: 10 Alasan Rusia Mau Berunding dengan AS Soal Ukraina

India menolak kritik tersebut dan bersikeras pada haknya untuk membeli minyak dari pemasok termurah. Pejabat India menyatakan minyak Rusia yang didiskon sangat penting untuk mengendalikan inflasi domestik.

Selain minyak, Jaishankar juga menekankan pentingnya diversifikasi perdagangan, memperluas usaha patungan antarperusahaan kedua negara, serta konsultasi reguler untuk mengatasi kendala, termasuk sistem pembayaran.

Meski sempat memberi sinyal akan mengurangi ketergantungan pada Moskow, penyuling minyak milik negara India dilaporkan kembali membeli minyak Rusia. Mereka melanjutkan impor meski tarif lebih tinggi dan kritik dari AS mengemuka.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Rekomendasi
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Berita Terkini
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved