Kadin Dorong PLN Terbitkan Green Bonds Bangun Transmisi Listrik
Kamis, 21 Agustus 2025 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Green bonds sendiri merupakan obligasi hijau yang digunakan secara eksklusif untuk proyek ramah lingkungan, mulai dari pembangunan pembangkit, penguatan transmisi hijau, hingga sistem penyimpanan energi. Kejelasan alokasi dana ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor internasional yang kini semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
Bagi Indonesia, Aryo menambahkan, green bonds dapat menjadi instrumen penting untuk menutup kebutuhan investasi pembangkit dan transmisi yang diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun. "Langkah ini juga akan meningkatkan kredibilitas transisi energi Indonesia di mata dunia," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan SEVP Hukum, Regulasi, dan Kepatuhan PLN, Nurlely Aman. Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi, termasuk pembangkit dan jaringan transmisi, tidak bisa dilakukan PLN sendirian. "RUPTL 2025–2034 menargetkan 76 persen tambahan kapasitas berasal dari energi terbarukan. Namun pertanyaannya bukan lagi apa yang dilakukan, melainkan bagaimana mengeksekusinya bersama-sama. Peran aktif swasta mutlak diperlukan," ujarnya.
Baca Juga: Anindya Bakrie Bertemu Dubes RI untuk AS, Bahas Akses Pasar UMKM usai Penetapan Tarif
Nurlely mengungkapkan, dalam RUPTL terbaru, lebih dari 70 persen pendanaan proyek diharapkan berasal dari Independent Power Producer (IPP). Untuk mewujudkannya, PLN mengandalkan kolaborasi internasional dan berbagai skema pembiayaan hijau, termasuk transition financing.
Bagi Indonesia, Aryo menambahkan, green bonds dapat menjadi instrumen penting untuk menutup kebutuhan investasi pembangkit dan transmisi yang diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun. "Langkah ini juga akan meningkatkan kredibilitas transisi energi Indonesia di mata dunia," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan SEVP Hukum, Regulasi, dan Kepatuhan PLN, Nurlely Aman. Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi, termasuk pembangkit dan jaringan transmisi, tidak bisa dilakukan PLN sendirian. "RUPTL 2025–2034 menargetkan 76 persen tambahan kapasitas berasal dari energi terbarukan. Namun pertanyaannya bukan lagi apa yang dilakukan, melainkan bagaimana mengeksekusinya bersama-sama. Peran aktif swasta mutlak diperlukan," ujarnya.
Baca Juga: Anindya Bakrie Bertemu Dubes RI untuk AS, Bahas Akses Pasar UMKM usai Penetapan Tarif
Nurlely mengungkapkan, dalam RUPTL terbaru, lebih dari 70 persen pendanaan proyek diharapkan berasal dari Independent Power Producer (IPP). Untuk mewujudkannya, PLN mengandalkan kolaborasi internasional dan berbagai skema pembiayaan hijau, termasuk transition financing.
Lihat Juga :