Pembelian Apartemen oleh Konsumen Milenial Terus Meningkat
Jum'at, 11 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
“Milenial ini usia produktif, aktivitas atau mobilitas yang mereka lakukan itu dapat mendorong roda perekonomian. Sehingga ada dampak positifnya terhadap produktivitas negara ini,” katanya. (Baca juga: Baru Disuntik Vaksin Buatan China, Pulang dari Semarang Relawan Ini Positif Corona)
Menurut Krisdiarto, ICM sebagai perusahaan konsultan pengelolaan properti, pihaknya turut berupaya meningkatkan layanan agar penghuni apartemen dari kaum milenial merasa nyaman. Sebagai konsultan pengelola, ICM tidak hanya dituntut profesional dalam mengelola fisik gedung, tetapi juga harus pandai mengelola dinamika sosial para penghuninya.
“Untuk itu kami mendukung serta memfasilitasi penghuni dalam melakukan hobi atau kesenangan lainnya secara bersama-sama hingga membentuk berbagai komunitas di lingkungan apartemen-apartemen yang dikelola,” ujar Krisdiarto. (Lihat videonya: Tawuran Remaja Sambil Berenang Kembali Terjadi di Jakarta Utara)
Manager Community Care ICM Rusli Usman menambahkan, saat ini ada banyak komunitas yang sudah terbentuk. Mulai dari komunitas di bidang musik, komunitas berbasis kesehatan seperti basket, pilates, zumba, hingga komunitas kan hobi kuliner. “Ada juga komunitas yang berbasiskan untuk meningkatkan kemampuan atau skill penghuni, seperti komunitas Bahasa Inggris,” kata Rusli.
Komunitas-komunitas ini, lanjut Rusli, disediakan secara gratis oleh pengelola sebagai bagian dari layanan kepada penghuni. “Fasilitas yang kami sediakan ini juga untuk menghemat waktu serta biaya apabila penghuni ikut komunitas fitnes/senam di luar lingkungan apartemen. Di sini para anggota tidak perlu mengeluarkan biaya tapi bisa mempererat hubungan sebagai satu keluarga serta menambah wawasan pengetahuan dari penghuni lainnya,” terangnya. (Sudarsono)
Menurut Krisdiarto, ICM sebagai perusahaan konsultan pengelolaan properti, pihaknya turut berupaya meningkatkan layanan agar penghuni apartemen dari kaum milenial merasa nyaman. Sebagai konsultan pengelola, ICM tidak hanya dituntut profesional dalam mengelola fisik gedung, tetapi juga harus pandai mengelola dinamika sosial para penghuninya.
“Untuk itu kami mendukung serta memfasilitasi penghuni dalam melakukan hobi atau kesenangan lainnya secara bersama-sama hingga membentuk berbagai komunitas di lingkungan apartemen-apartemen yang dikelola,” ujar Krisdiarto. (Lihat videonya: Tawuran Remaja Sambil Berenang Kembali Terjadi di Jakarta Utara)
Manager Community Care ICM Rusli Usman menambahkan, saat ini ada banyak komunitas yang sudah terbentuk. Mulai dari komunitas di bidang musik, komunitas berbasis kesehatan seperti basket, pilates, zumba, hingga komunitas kan hobi kuliner. “Ada juga komunitas yang berbasiskan untuk meningkatkan kemampuan atau skill penghuni, seperti komunitas Bahasa Inggris,” kata Rusli.
Komunitas-komunitas ini, lanjut Rusli, disediakan secara gratis oleh pengelola sebagai bagian dari layanan kepada penghuni. “Fasilitas yang kami sediakan ini juga untuk menghemat waktu serta biaya apabila penghuni ikut komunitas fitnes/senam di luar lingkungan apartemen. Di sini para anggota tidak perlu mengeluarkan biaya tapi bisa mempererat hubungan sebagai satu keluarga serta menambah wawasan pengetahuan dari penghuni lainnya,” terangnya. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :