Pembelian Apartemen oleh Konsumen Milenial Terus Meningkat
Jum'at, 11 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Keinginan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk terus mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan, terutama untuk generasi milenial mendapat respon positif dari pelaku pasar. Pelaku usaha properti pun terus berupaya menyesuaikan selera hunian dari kalangan milenial. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga menyuguhkan konsep yang menarik dan layanan pengelolaan yang baik.
Direktur Operasional Inner City Management (ICM) Krisdiarto Adi Pranoto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, tren kaum milenial tinggal di apartemen terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari tren pertumbuhan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) perbankan oleh generasi milenial (usia 26-35 tahun) terus menunjukkan angka positif, terutama periode 2014 - 2017. (Baca: 7 Daerah Ini Masih Berlakukan PSBB)
Saat ini saja, dari 45 site apartemen yang dikelola ICM, sekitar 70% dihuni generasi milenial. “Itu keseluruhan, baik yang dibeli sendiri oleh milenial, maupun milik orang tuanya yang ia huni,” kata Krisdiarto.
Di luar itu, lanjut Kris, ada juga generasi milenial yang hanya sebagai penyewa. Milenial seperti ini umumnya punya mobilitas yang tinggi untuk jangka waktu tertentu, sehingga mengharuskan dia tinggal sementara di suatu lokasi. “Ada juga yang ingin membeli, namun ketersediaan unit di lokasi tersebut sedang tidak ada, sehingga dia memilih sewa. Jadi banyak faktor kaum milenial memilih tinggal di apartemen,” jelas Krisdiarto.
Oleh karenanya, dukungan pemerintah untuk mendorong kaum milenial tinggal di apartemen, terutama di kota-kota besar sangat positif. Hal itu untuk menyiasati keterbatasan lahan dan harga yang sesuai kemampuannya.
Direktur Operasional Inner City Management (ICM) Krisdiarto Adi Pranoto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, tren kaum milenial tinggal di apartemen terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari tren pertumbuhan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) perbankan oleh generasi milenial (usia 26-35 tahun) terus menunjukkan angka positif, terutama periode 2014 - 2017. (Baca: 7 Daerah Ini Masih Berlakukan PSBB)
Saat ini saja, dari 45 site apartemen yang dikelola ICM, sekitar 70% dihuni generasi milenial. “Itu keseluruhan, baik yang dibeli sendiri oleh milenial, maupun milik orang tuanya yang ia huni,” kata Krisdiarto.
Di luar itu, lanjut Kris, ada juga generasi milenial yang hanya sebagai penyewa. Milenial seperti ini umumnya punya mobilitas yang tinggi untuk jangka waktu tertentu, sehingga mengharuskan dia tinggal sementara di suatu lokasi. “Ada juga yang ingin membeli, namun ketersediaan unit di lokasi tersebut sedang tidak ada, sehingga dia memilih sewa. Jadi banyak faktor kaum milenial memilih tinggal di apartemen,” jelas Krisdiarto.
Oleh karenanya, dukungan pemerintah untuk mendorong kaum milenial tinggal di apartemen, terutama di kota-kota besar sangat positif. Hal itu untuk menyiasati keterbatasan lahan dan harga yang sesuai kemampuannya.
Lihat Juga :