BI Targetkan QRIS Bisa Menjangkau China hingga Arab Saudi
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 13:36 WIB
loading...
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menargetkan sistem pembayaran digital berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di China dan Arab Saudi dalam waktu dekat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) , Perry Warjiyo menargetkan sistem pembayaran digital berbasis QR Code Indonesian Standard ( QRIS ) dapat digunakan di China dan Arab Saudi dalam waktu dekat. Hal ini Ia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI pada Jumat (22/8/2025).
"Setelah QRIS dipakai di Malaysia, Singapura, Thailand, sekarang juga sudah bisa dipakai ke Jepang. Kami mencoba untuk nanti dengan China, dengan Saudi Arabia," ungkapnya.
Perry mengatakan ekspansi QRIS ke Arab Saudi diharapkan dapat mempermudah transaksi para jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Untuk diketahui, hingga saat ini, penggunaan QRIS terus tumbuh pesat.
Baca Juga: Kado HUT ke-80 RI, QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang
Ia mengungkap bahwa sejauh ini QRIS sudah digunakan oleh 57 juta pengguna dan juga 40 juta merchant, terutama merchant untuk UMKM.Perluasan inovasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat bertransaksi lintas negara, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi digital.
"Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS telah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, yang kini telah mencapai 57 juta pengguna," ujar Perry dalam pernyataannya, Minggu (17/6).
Ia menambahkan pengembangan fitur QRIS terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperluas akseptasi dan mendukung inklusi ekonomi serta keuangan digital. Salah satu inovasi yang dimaksud adalah QRIS Antarnegara.
Baca Juga: QRIS Diprotes AS, Begini Tanggapan Menko Airlangga
Pada tahap awal, masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS di 35 merchant di Jepang dengan memindai JPQR Global melalui aplikasi pembayaran domestik. Sejumlah bank dan perusahaan penyedia jasa sistem pembayaran terlibat aktif dalam inisiasi ini.
"Setelah QRIS dipakai di Malaysia, Singapura, Thailand, sekarang juga sudah bisa dipakai ke Jepang. Kami mencoba untuk nanti dengan China, dengan Saudi Arabia," ungkapnya.
Perry mengatakan ekspansi QRIS ke Arab Saudi diharapkan dapat mempermudah transaksi para jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Untuk diketahui, hingga saat ini, penggunaan QRIS terus tumbuh pesat.
Baca Juga: Kado HUT ke-80 RI, QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang
Ia mengungkap bahwa sejauh ini QRIS sudah digunakan oleh 57 juta pengguna dan juga 40 juta merchant, terutama merchant untuk UMKM.Perluasan inovasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat bertransaksi lintas negara, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi digital.
"Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS telah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, yang kini telah mencapai 57 juta pengguna," ujar Perry dalam pernyataannya, Minggu (17/6).
Ia menambahkan pengembangan fitur QRIS terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperluas akseptasi dan mendukung inklusi ekonomi serta keuangan digital. Salah satu inovasi yang dimaksud adalah QRIS Antarnegara.
Baca Juga: QRIS Diprotes AS, Begini Tanggapan Menko Airlangga
Pada tahap awal, masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS di 35 merchant di Jepang dengan memindai JPQR Global melalui aplikasi pembayaran domestik. Sejumlah bank dan perusahaan penyedia jasa sistem pembayaran terlibat aktif dalam inisiasi ini.
(akr)
Lihat Juga :