Tolong ya Kaum Berduit, Jangan Panic Buying Saat PSBB Jakarta Jilid II

Jum'at, 11 September 2020 - 08:56 WIB
loading...
Tolong ya Kaum Berduit,...
Aprindo meminta agar masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong alias panic buying dalam membeli bahan pokok saat PSBB. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta agar masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong alias panic buying dalam membeli bahan pokok, menyusul keputusan Pemprov DKI Jakarta yang mengaktifkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) .

"Kita inginkan jangan ada panic buying," ujar Ketua Aprindo Roy Nicholas Mandey saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Menurut dia, panic buying terjadi dikarenakan kelompok menengah atas. Hal ini tidak sepatutnya dilakukan apalagi panic buying ini bisa memicu kecemburuan sosial pada kalangan menengah bawah yang tidak mampu untuk membeli kebutuhan bahan pokok.

"Kita mencegah panic buying yang dilakukan orang-orang berduit, yang sosial ekonomi atas, yang mereka itu paranoid seperti yang lalu dan berbelanja dalam jumlah yang besar. Kita enggak inginkan dan kalau ada panic buying bisa memicu kecemburuan sosial," katanya. (Baca juga: Anis Minta Insentif Rp600 Ribu untuk Karyawan Swasta Tak Timbulkan Kecemburuan )

Roy menegaskan bahwa jika ada panic buying, maka peritel modern akan membatasi pembelian bahan pokok. "Kalau panic buying terjadi, maka solusi yang kita ambil adalah adanya pembatasan pembelian. Kalau pembatasan dilakukan itu sudah dari pemerintah dan satgas karena ini menyangkut pemerataan ketersedian barang agar tidak terjadi kelangkaan," tuturnya.

Dia menambahkan, peritel sudah siap menjaga ketersediaan barang terutama untuk bahan pokok. Namun, jika banyak yang melakukan panic buying maka ketersediaan barang bisa menipis.

Apalagi, untuk mengembalikan ketersediaan produk butuh waktu yang tidak cepat dan tergantung jalur logistik serta distribusi. "Karena barang itu enggak semua di toko tapi di pusat logistik dan itu ada di pusat distribusi dan butuh waktu serta proses," jelasnya.

Dia pun berharap PSBB ini tidak memicu panic buying sehingga aturan pembatasan pembelian juga tidak perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat seluruh lapisan ekonomi baik bawah dan atas juga bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah.

Lebih lanjut, Roy berharap agar mal atau pusat perbelanjaan maupun peritel modern yang ada di dalamnya tidak ikut terkena penutupan saat PSBB kembali diberlakukan di DKI Jakarta pada Senin (14/9) mendatang. (Baca juga: Mal di Jakarta Tutup Selama PSBB Total, Pengusaha: Kita Sudah Babak Belur )

Dia pun menegaskan bahwa mal dan peritel modern khususnya yang ada di dalam pusat perbelanjaan sudah menerapkan protokol kesehatan semenjak dibuka kembali.

"Kita ingin agar PSBB besok (jilid II) kondisinya tidak sama dengan PSBB yang lalu karena PSBB yang sekarang ini pemerintah sudah bisa memetakan mana sektor yang bisa ditutup dan boleh dibuka," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Kelangkaan...
Gelombang Kelangkaan BBM Hantam Prancis, 900 SPBU Kehabisan Stok
9 Restoran dan Peritel...
9 Restoran dan Peritel di AS Bangkrut, 15 Ribu Toko Bakal Tutup
Memacu Konsumsi Masyarakat...
Memacu Konsumsi Masyarakat saat Ramadan lewat Program Diskon Belanja
DMMX Grup Hadirkan Layar...
DMMX Grup Hadirkan Layar Lebar LED Digital di Multipurpose Hall D'Marquee Singapura
Pengusaha Ritel Bicara...
Pengusaha Ritel Bicara Soal Efisiensi Saat UMP Naik 6,5% di 2025, Bakal Ada PHK?
Picu Kerugian Ekonomi...
Picu Kerugian Ekonomi Rp551 T, Intip Urgensi Penanganan Susut dan Sisa Pangan di RI
Pemerintah Belum Berencana...
Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM, Dasco Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Bantu UMKM Tembus Pasar...
Bantu UMKM Tembus Pasar Global, Aprindo-Shipper Gelar Kerja Sama
Viral! Panic Buying...
Viral! Panic Buying Air Kemasan di Malaysia Imbas Cuaca Panas Ekstrem
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved