Gelombang Kelangkaan BBM Hantam Prancis, 900 SPBU Kehabisan Stok

Minggu, 05 April 2026 - 15:27 WIB
loading...
Gelombang Kelangkaan...
Fenomena ini dipicu oleh kebijakan pembatasan harga (price cap) yang justru memicu lonjakan permintaan di tengah disrupsi pasokan energi akibat perang di Timur Tengah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gelombang kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menghantam Prancis . Ratusan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di seluruh negeri dilaporkan kehabisan stok setelah warga melakukan aksi borong ( panic buying ).

Fenomena ini dipicu oleh kebijakan pembatasan harga (price cap) yang justru memicu lonjakan permintaan di tengah disrupsi pasokan energi akibat perang di Timur Tengah. Kekurangan bahan bakar telah menyebar di Prancis setelah pengemudi bergegas mengisi tangki mereka menyusul diperkenalkannya batas harga.

Kementerian Energi Prancis melaporkan bahwa sekitar 900 SPBU telah kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. Namun data dari laporan media menyebutkan angka yang lebih mengkhawatirkan, yakni hingga 1.600 titik mengalami kelangkaan sementara.

Baca Juga: Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda

Termasuk di antaranya ada sekitar 700 SPBU yang dioperasikan oleh perusahaan energi besar TotalEnergies. Kementerian Energi menyalahkan, adanya masalah logistik daripada kekurangan pasokan nasional.

Krisis energi global yang dipicu perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah mencekik arus minyak di Selat Hormuz. Dampaknya langsung terasa di dompet warga Prancis, di mana harga diesel melonjak ke rekor tertinggi sekitar 2,25 euro atau setara Rp43.980 per liter (dengan kurs Rp19.546/USD).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Rekomendasi
Tiga Kartu Merah Warnai...
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved