3 Alasan Serbia Tergoda Gabung BRICS, Bakal Lepas Uni Eropa?

Minggu, 24 Agustus 2025 - 06:29 WIB
loading...
A A A
Meski begitu PM Duro Macut belum menutup kemungkinan untuk bergabung dengan Uni Eropa. Sebagai informasi, Serbia sempat pernah dikenakan sanksi di masa lalu, terutama setelah pecahnya Yugoslavia.

2. Upaya Mempertahankan Kedaulatan Politik

Bergabung dengan BRICS dipandang sebagai cara bagi Serbia untuk mempertahankan kedaulatan dan netralitas politiknya. Tidak seperti Uni Eropa yang menuntut negara anggota untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka dengan blok tersebut, BRICS tidak mengharuskan Serbia untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atau mengubah kebijakan domestiknya, seperti yang diungkapkan oleh para pemimpin Serbia.

3. Mencari Peluang Ekonomi Baru di Luar Barat

BRICS, yang kini memiliki PDB gabungan lebih besar dari G7, dianggap sebagai pusat ekonomi global baru. Dengan bergabung, Serbia berpotensi mendapatkan akses ke pasar non-Barat yang luas dan mengurangi ketergantungan ekonominya pada Uni Eropa.

Opsi ini memberikan kesempatan bagi Serbia untuk memperluas pengaruh ekonominya dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia. Baca Juga: BRICS Semakin Menggoda, 3 Negara Eropa Ini Kepincut Ingin Gabung

"Kami secara konsisten mengadvokasi perlunya memperdalam kerja sama dengan mitra dan teman tradisional kami. Negara-negara BRICS adalah pemain terpenting di panggung dunia, dan pengembangan hubungan yang kuat dan saling menguntungkan dengan mereka adalah kepentingan strategis bagi kami,” kata PM Serbia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved