3 Alasan Serbia Tergoda Gabung BRICS, Bakal Lepas Uni Eropa?

Minggu, 24 Agustus 2025 - 06:29 WIB
loading...
3 Alasan Serbia Tergoda...
Kelompok BRICS bakal semakin kuat, setelah banyak negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi negara berkembang yang digagas Brasil, Rusia, China, India dan Afrika Selatan sejak 2009 itu. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kelompok BRICS bakal semakin kuat, setelah banyak negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi negara berkembang yang digagas Brasil, Rusia, China, India dan Afrika Selatan sejak 2009 itu. Salah satu negara yang ingin bergabung yakni Serbia, dengan secara tegas mengumumkan komitmennya bergabung dengan aliansi BRICS.

Proposal keinginan pemerintah Serbia untuk bergabung bersama BRICS sempat diperjuangkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Rio de Janeiro pada 6-7 Juli 2025, lalu. Bahkan Serbia sendiri telah mengirimkan permohonan resmi sejak 2023, saat BRICS membuka peluang ekspansi.

Baca Juga: Simbol Perlawanan Dolar AS, Mata Uang BRICS Tampilkan Desain Unik

Sebelumnya Perdana Menteri Serbia, Duro Macut sempat menegaskan negaranya aktif mendorong ekspansi keanggotaan BRICS. Ada beberapa alasan yang membuat BRICS dan Serbia bakal saling memberikan keuntungan, mengingat negara ini punya nilai strategis bagi BRICS karena posisi geografisnya di Eropa Tenggara dan hubungan baik dengan Rusia serta China.

Berikut 3 Alasan Serbia Ingin Bergabung ke BRICS:

1. Kekecewaan Terhadap Proses Aksesi Uni Eropa

Serbia telah menjadi kandidat anggota Uni Eropa (UE) sejak 2012, namun proses negosiasinya terus menemui hambatan. Para pejabat Serbia, seperti Wakil Perdana Menteri Aleksandar Vulin merasa kecewa dengan tuntutan yang terus bertambah, termasuk penormalkan hubungan dengan Kosovo dan pemutusan hubungan dengan Rusia.

BRICS di sisi lain, dianggap sebagai organisasi yang tidak memaksakan kondisi politik yang kaku. Menurut Duro, BRICS adalah pemain kunci dunia dan membangun hubungan kuat dengan BRICS adalah kepentingan strategis bagi Serbia.

Meski begitu PM Duro Macut belum menutup kemungkinan untuk bergabung dengan Uni Eropa. Sebagai informasi, Serbia sempat pernah dikenakan sanksi di masa lalu, terutama setelah pecahnya Yugoslavia.

2. Upaya Mempertahankan Kedaulatan Politik

Bergabung dengan BRICS dipandang sebagai cara bagi Serbia untuk mempertahankan kedaulatan dan netralitas politiknya. Tidak seperti Uni Eropa yang menuntut negara anggota untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka dengan blok tersebut, BRICS tidak mengharuskan Serbia untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atau mengubah kebijakan domestiknya, seperti yang diungkapkan oleh para pemimpin Serbia.

3. Mencari Peluang Ekonomi Baru di Luar Barat

BRICS, yang kini memiliki PDB gabungan lebih besar dari G7, dianggap sebagai pusat ekonomi global baru. Dengan bergabung, Serbia berpotensi mendapatkan akses ke pasar non-Barat yang luas dan mengurangi ketergantungan ekonominya pada Uni Eropa.

Opsi ini memberikan kesempatan bagi Serbia untuk memperluas pengaruh ekonominya dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia. Baca Juga: BRICS Semakin Menggoda, 3 Negara Eropa Ini Kepincut Ingin Gabung

"Kami secara konsisten mengadvokasi perlunya memperdalam kerja sama dengan mitra dan teman tradisional kami. Negara-negara BRICS adalah pemain terpenting di panggung dunia, dan pengembangan hubungan yang kuat dan saling menguntungkan dengan mereka adalah kepentingan strategis bagi kami,” kata PM Serbia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved