Luhut Bocorkan Pemerintah Persiapkan Sistem Baru Pendataan Penerima Bansos Berbasis Digital

Rabu, 27 Agustus 2025 - 21:06 WIB
loading...
Luhut Bocorkan Pemerintah...
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, bahwa pemerintah tengah menyiapkan sistem baru pendataan penerima bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi digital. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, bahwa pemerintah tengah menyiapkan sistem baru pendataan penerima bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi digital. Sistem tersebut akan masuk dalam Platform besutan Pemerintah, GovTech.

Pendataan ulang penerima bansos itu akan memanfaatkan face recognition hingga biometrik agar penyaluran bansos dan cash transfer lebih tepat sasaran. Menurut Luhut, proyek GovTech ini akan mulai diuji coba atau piloting di Kabupaten Banyuwangi pada September 2025 dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto.

Jika berjalan lancar, pemerintah menargetkan peluncuran secara nasional pada 2026. Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos, Lengkap dengan Informasi PKH yang Cair

"Ya GovTech ini tadi sudah dilaporkan Presiden, piloting-nya nanti ada di Banyuwangi dan semua sudah disiapkan secara final. Bulan September nanti kita cari tanggal berapa, mungkin akhir September Presiden hadir. Kalau itu semua berjalan baik, 2026 akan kita launching secara nasional," ujar Luhut saat ditemui di Istana Negara Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan, sistem ini juga memungkinkan masyarakat yang merasa tidak mendapatkan bansos untuk melapor secara langsung. Pendataan ulang berbasis biometrik diharapkan mampu meminimalisir kesalahan dalam proses verifikasi penerima.

"Jadi nanti kalau masyarakat misalnya bansos tidak dapat, bisa lapor. Akan dilakukan pendataan ulang lagi, face recognition atau biometrik, sehingga kesalahan untuk target bansos maupun cash transfer akan sangat kecil," katanya.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Minta PPATK Bongkar Permainan Data Bansos Fiktif

Luhut menegaskan, bahwa pengembangan sistem ini sepenuhnya dikerjakan oleh talenta digital Indonesia, tanpa harus membeli perangkat lunak dari luar negeri. "Ya, itu lagi dikerjain semua sekarang oleh anak-anak Indonesia. Kita belum ada beli-beli dari luar, semuanya dikerjain dari dalam negeri," tuturnya.

Dengan adanya sistem baru ini, pemerintah berharap penyaluran bansos menjadi lebih transparan, akurat, serta mengurangi potensi terjadinya penyalahgunaan data maupun ketidaktepatan sasaran.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Prabowo dan Luhut Bertemu...
Prabowo dan Luhut Bertemu Empat Mata di Istana, Ini yang Dibahas
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Paket Stimulus Ekonomi...
Paket Stimulus Ekonomi I-2026: Bansos Rp17,5 Triliun Bakal Cair Sebelum Lebaran
Luhut Bersama Menko...
Luhut Bersama Menko Airlangga Bahas Program GovTech, Apa Itu?
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Rekomendasi
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved