SUN Energy Komitmen Perkuat Kiprah Energi Bersih di Industri
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini total kapasitas terpasang SUN Energy sekitar 400 MW,” ujarnya. Ia optimistis tren permintaan PLTS Atap akan terus meningkat. Hingga akhir 2025, kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 270 MW, melonjak dari sekitar 185 MW di akhir 2024.
Meski demikian, Oky mengingatkan target tahun depan masih bergantung pada kuota yang diberikan PLN. “Paling tidak Sun Energy akan membangun PLTS Atap sekitar 30% dari kuota yang disediakan PLN,” katanya.
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menambahkan bahwa hingga pertengahan 2025 pihaknya telah membangun lebih dari 300 proyek PLTS Atap di 20 provinsi dan melayani lebih dari 50 sektor industri.
“Sun Energy fokus membidik segmen komersial dan industri yang memberikan kontribusi hingga 90%,” ujarnya.
Portofolio klien perusahaan terentang dari sektor FMCG (5,5%), otomotif (2,8%), makanan & minuman (5,2%), hingga pertambangan (6,2%). Nama-nama besar seperti Unilever, Avian, Ajinomoto, Astra Group, dan kini LamiPak termasuk di dalamnya.
Salah satu kontribusi penting terhadap capaian SUN Energy datang dari LamiPak Indonesia, yang sejak 2024 memulai transformasi energi bersih bersama SUN Energy melalui pembangunan PLTS Atap fase pertama berkapasitas 2,8 MWp.
Keberhasilan itu mendorong realisasi fase kedua sebesar 2,4 MWp, sehingga kapasitas total kini mencapai 5,33 MWp. Lewat adanya Instalasi solar panel ini diproyeksikan menghasilkan 7.1 GWh energi bersih dan menekan emisi karbon hingga 5.645 ton CO₂, setara dengan penanaman 91.130 pohon.
Sebagai produsen aseptic packaging, LamiPak berdiri di garis depan industri dengan standar tinggi pada inovasi dan kualitas. Perusahaan kemasan aseptik pertama di Indonesia ini melayani pasar nasional maupun internasional dengan produk yang menjamin integritas, keamanan, dan higenitas pangan.
Meski demikian, Oky mengingatkan target tahun depan masih bergantung pada kuota yang diberikan PLN. “Paling tidak Sun Energy akan membangun PLTS Atap sekitar 30% dari kuota yang disediakan PLN,” katanya.
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menambahkan bahwa hingga pertengahan 2025 pihaknya telah membangun lebih dari 300 proyek PLTS Atap di 20 provinsi dan melayani lebih dari 50 sektor industri.
“Sun Energy fokus membidik segmen komersial dan industri yang memberikan kontribusi hingga 90%,” ujarnya.
Portofolio klien perusahaan terentang dari sektor FMCG (5,5%), otomotif (2,8%), makanan & minuman (5,2%), hingga pertambangan (6,2%). Nama-nama besar seperti Unilever, Avian, Ajinomoto, Astra Group, dan kini LamiPak termasuk di dalamnya.
Salah satu kontribusi penting terhadap capaian SUN Energy datang dari LamiPak Indonesia, yang sejak 2024 memulai transformasi energi bersih bersama SUN Energy melalui pembangunan PLTS Atap fase pertama berkapasitas 2,8 MWp.
Keberhasilan itu mendorong realisasi fase kedua sebesar 2,4 MWp, sehingga kapasitas total kini mencapai 5,33 MWp. Lewat adanya Instalasi solar panel ini diproyeksikan menghasilkan 7.1 GWh energi bersih dan menekan emisi karbon hingga 5.645 ton CO₂, setara dengan penanaman 91.130 pohon.
Sebagai produsen aseptic packaging, LamiPak berdiri di garis depan industri dengan standar tinggi pada inovasi dan kualitas. Perusahaan kemasan aseptik pertama di Indonesia ini melayani pasar nasional maupun internasional dengan produk yang menjamin integritas, keamanan, dan higenitas pangan.
Lihat Juga :