SUN Energy Komitmen Perkuat Kiprah Energi Bersih di Industri
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Komitmen pada keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis global LamiPak, sehingga investasi pada PLTS Atap di pabrik barunya di Cikande sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan solusi berdaya saing sekaligus ramah lingkungan.
Anton Hui, Managing Director LamiPak Indonesia mengatakan bahwa bagi LamiPak, investasi PLTS Atap menjadi bagian dari bagian strategi menuju Zero Nett Carbon Roadmap 2050. Anton Hui, Managing Director LamiPak Indonesia, menjelaskan bahwa proyek ini dilakukan dalam dua fase, yakni 2,8 MWp pada fase pertama dan 2,4 MWp pada fase kedua.
“Portofolio ini makin menegaskan bahwa energi bersih (ramah lingkungan) pun dapat berjalan beriringan dengan standar industri internasional,” ujarnya.
Meski tidak menyebutkan angka pasti, Oky pun memberi gambaran kebutuhan investasi PLTS Atap. Untuk kapasitas 1 MW, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Dengan demikian, kapasitas 5,33 MW di LamiPak diperkirakan menelan investasi sekitar Rp53 miliar, meski angka akhir bisa berbeda tergantung kondisi proyek.
Dengan pencapaian ini, SUN Energy semakin menegaskan posisinya sebagai motor transisi energi bersih di Tanah Air. Tak hanya dalam rangka memperkuat ekosistem industri hijau, namun juga menunjukkan bahwa energi surya dapat menjadi tulang punggung keberlanjutan bagi berbagai sektor industri di Indonesia.
Dia mengungkapkan, pemanfaatan PLTS Atap di sektor industri, komersial, maupun rumah tangga menjadi jalan strategis untuk bisa mempercepat pemanfaatan potensi yang cukup besar dari energi surya.
“Berdasarkan data tahun 2024 Kementerian ESDM RI, capaian PLTS terpasang di Indonesia kurang lebih di angka 900 MW. Jadi, luar biasa untuk SUN Energy yang sudah memasang 200 MW,” ujar Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan KESDM RI yang hadir secara daring dalam acara perayaan 200 MW ini.
Dengan fondasi tersebut, SUN Energy berada pada posisi strategis untuk mempercepat transisi energi dan mendukung lebih banyak industri menuju masa depan hijau dan berdaya saing global. Terutama, SUN Energy siap mendorong percepatan implementasi industri hijau sekaligus menjadi pilar transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions 2060
Anton Hui, Managing Director LamiPak Indonesia mengatakan bahwa bagi LamiPak, investasi PLTS Atap menjadi bagian dari bagian strategi menuju Zero Nett Carbon Roadmap 2050. Anton Hui, Managing Director LamiPak Indonesia, menjelaskan bahwa proyek ini dilakukan dalam dua fase, yakni 2,8 MWp pada fase pertama dan 2,4 MWp pada fase kedua.
“Portofolio ini makin menegaskan bahwa energi bersih (ramah lingkungan) pun dapat berjalan beriringan dengan standar industri internasional,” ujarnya.
Meski tidak menyebutkan angka pasti, Oky pun memberi gambaran kebutuhan investasi PLTS Atap. Untuk kapasitas 1 MW, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Dengan demikian, kapasitas 5,33 MW di LamiPak diperkirakan menelan investasi sekitar Rp53 miliar, meski angka akhir bisa berbeda tergantung kondisi proyek.
Dengan pencapaian ini, SUN Energy semakin menegaskan posisinya sebagai motor transisi energi bersih di Tanah Air. Tak hanya dalam rangka memperkuat ekosistem industri hijau, namun juga menunjukkan bahwa energi surya dapat menjadi tulang punggung keberlanjutan bagi berbagai sektor industri di Indonesia.
Dia mengungkapkan, pemanfaatan PLTS Atap di sektor industri, komersial, maupun rumah tangga menjadi jalan strategis untuk bisa mempercepat pemanfaatan potensi yang cukup besar dari energi surya.
“Berdasarkan data tahun 2024 Kementerian ESDM RI, capaian PLTS terpasang di Indonesia kurang lebih di angka 900 MW. Jadi, luar biasa untuk SUN Energy yang sudah memasang 200 MW,” ujar Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan KESDM RI yang hadir secara daring dalam acara perayaan 200 MW ini.
Dengan fondasi tersebut, SUN Energy berada pada posisi strategis untuk mempercepat transisi energi dan mendukung lebih banyak industri menuju masa depan hijau dan berdaya saing global. Terutama, SUN Energy siap mendorong percepatan implementasi industri hijau sekaligus menjadi pilar transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions 2060
(unt)
Lihat Juga :