Pemilik Emas Pesta Pora, Harga Diramal Tembus di Atas Rp2 Juta per Gram
Minggu, 31 Agustus 2025 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Katua The Fed, Jerome Powell, dan Gubernur The Fed, Christopher Waller, sama-sama mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas 82 persen The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, dengan total pelonggaran 50 basis poin hingga akhir tahun.
Baca Juga: Demo Ricuh di Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Kedutaan Asing Keluarkan Imbauan
Selain itu, ketegangan geopolitik juga turut menjadi pendorong harga emas sebagai aset safe haven seperti harapan perdamaian meredup setelah Presiden AS, Donald Trump, gagal memfasilitasi perundingan, sementara Rusia melancarkan serangan baru di Kyiv, Israel melanjutkan serangan di Jalur Gaza, memicu ketidakpastian global dan perlawanan dari berbagai negara dan AS mengenakan tarif tambahan 25 persen untuk impor dari India sebagai respons atas pembelian minyak mentah Rusia.
Di sisi lain, pengadilan banding AS menyatakan sebagian besar tarif global Trump ilegal, namun kasus ini berpotensi berlanjut ke Mahkamah Agung. Semua sentimen ini, kata Ibrahim, menciptakan ketidakpastian di pasar global, yang pada akhirnya mendorong investor untuk berinvestasi pada aset aman seperti emas.
Baca Juga: Demo Ricuh di Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Kedutaan Asing Keluarkan Imbauan
Selain itu, ketegangan geopolitik juga turut menjadi pendorong harga emas sebagai aset safe haven seperti harapan perdamaian meredup setelah Presiden AS, Donald Trump, gagal memfasilitasi perundingan, sementara Rusia melancarkan serangan baru di Kyiv, Israel melanjutkan serangan di Jalur Gaza, memicu ketidakpastian global dan perlawanan dari berbagai negara dan AS mengenakan tarif tambahan 25 persen untuk impor dari India sebagai respons atas pembelian minyak mentah Rusia.
Di sisi lain, pengadilan banding AS menyatakan sebagian besar tarif global Trump ilegal, namun kasus ini berpotensi berlanjut ke Mahkamah Agung. Semua sentimen ini, kata Ibrahim, menciptakan ketidakpastian di pasar global, yang pada akhirnya mendorong investor untuk berinvestasi pada aset aman seperti emas.
(nng)
Lihat Juga :