Data Ekonomi Terbaru dari BPS: Neraca Dagang Surplus 63 Bulan, Nilai Tukar Petani Naik

Senin, 01 September 2025 - 20:32 WIB
loading...
A A A
Potensi luas panen padi 3 bulan setelahnya (Agustus–Oktober 2025) diperkirakan mencapai 3,02 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,15 juta hektare, atau sekitar 5,10 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya diperkirakan potensi produksi padi Agustus-Oktober 2025 mencapai 15,80 juta ton GKG, atau naik 4,16% dibandingkan tahun lalu. Serta produksi beras Agustus-Oktober 2025 diperkirakan sebesar 9,11 juta ton beras, atau naik sebesar 4,17%.

Realisasi luas panen jagung pada bulan Juli 2025 mencapai 0,25 juta hektare, naik sekitar 5,81% (0,01 juta hektare) dibandingkan Juli 2024, sehingga diperkirakan produksi jagung pada Juli 2025 mencapai 1,46 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau naik sebesar 7,46% (0,10 juta ton) dibandingkan Juli 2024.

Potensi luas panen jagung Agustus–Oktober 2025 diperkirakan mencapai 0,60 juta hektare atau mengalami penurunan seluas 0,14 juta hektare (19,34 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, potensi produksi jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK KA 14 persen) Agustus-Oktober 2025 diperkirakan sebesar 3,62 juta ton, atau turun sebesar 20,87% dibandingkan Agustus-Oktober 2024.

Kunjungan Wisman dan Wisatawan Nusantara Meningkat

Angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2025 tercatat mencapai 1,48 juta kunjungan atau naik 13,01% dibandingkan Juli 2024 yang sebanyak 1,31 juta kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025, total kunjungan wisman mencapai 8,53 juta kunjungan, atau meningkat 10,04% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Secara rinci, kunjungan wisman pada Juli 2025 paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Malaysia (14,32%), Australia (11,69%), dan China (9,76%).

Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS adalah jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), yang pada Juli 2025 tercatat mencapai 100,20 juta perjalanan, atau naik 29,72% dari Juli 2024. Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai Juli 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 713,98 juta perjalanan, atau meningkat 19,25% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Penumpang Moda Transportasi Naik

Pada Juli 2025 jumlah penumpang angkutan udara internasional mencapai 1,8 juta orang, atau naik 14,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan keberangkatan penumpang juga terjadi pada moda kereta dan angkutan laut domestik.

Jumlah penumpang kereta yang berangkat tercatat 50,1 juta orang, naik 9,78 persen dibandingkan Juli 2024. Sedangkan penumpang angkutan laut domestik mencapai 2,9 juta orang, atau naik 11,55 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, penumpang angkutan udara domestik tercatat sebesar 5,5 juta orang atau turun 9,41% dibandingkan Juli 2024. Dan penumpang ASDP mencapai 4,4 juta orang, atau turun 3,42%.

BPS juga mencatat, pada Juli 2025 jumlah barang yang diangkut menggunakan moda angkutan laut domestik mencapai 42,8 juta ton, atau naik 14,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pulau Jawa Masih Menjadi Motor Utama Perekonomian Indonesia

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut kereta tercatat sebesar 6,2 juta ton atau turun 3,43%. Sedangkan jumlah barang yang diangkut angkutan udara domestik tercatat sebesar 54,6 ribu ton atau turun 0,18% dibandingkan Juli 2024.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Rekomendasi
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
Infografis
Bakal Naik, Berikut...
Bakal Naik, Berikut Rincian Tarif Pajak Kendaraan Bermotor Terbaru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved