Analis: Kepercayaan Investor Kunci Pemulihan Cepat IHSG

Rabu, 03 September 2025 - 17:55 WIB
loading...
Analis: Kepercayaan...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali menguat dalam dua hari terakhir. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali menguat ke level 7.800-an dalam dua hari terakhir, setelah sempat tertekan akibat kericuhan yang terjadi pada aksi demonstrasi pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/9), IHSG menguat 84,27 poin atau 1,08 persen ke posisi 7.885.

Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, menilai penguatan cepat ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia tetap solid. Menurutnya, selain didukung sentimen positif dari perbaikan ekonomi global, fundamental perekonomian domestik juga menjadi penopang utama.

"Fundamental ekonomi kita bagus. Langkah pengawasan dan pengaturan OJK sangat baik, dan kerja sama dengan Kementerian Perekonomian juga membantu menenangkan pelaku pasar," kata Hans, Rabu (3/9).

Baca Juga: IHSG Dibuka Kembali Perkasa, Hari Ini Melesat Naik ke Level 7.905

Hans mengapresiasi langkah cepat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengubah aturan trading halt dan membuka peluang buyback saham tanpa RUPS. Kebijakan ini dinilainya mampu meredam kepanikan dan menjaga stabilitas pasar modal di tengah gejolak.

Selain faktor regulator, Hans juga menyoroti peran pemerintah dan aparat keamanan yang cepat meredam ketegangan usai demonstrasi. Pidato Presiden yang menenangkan publik dan langkah TNI menjaga situasi kondusif disebut sebagai katalis pemulihan IHSG.

Dari sisi ekonomi, indikator Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang kembali naik di atas level 50 menunjukkan tanda-tanda pemulihan aktivitas industri. "Ini menjadi sinyal bahwa perekonomian Indonesia masih berada di jalur positif," ujarnya.

Hans menambahkan, sentimen eksternal juga berperan dalam menggerakkan pasar. Di Amerika Serikat, intervensi Presiden terhadap kebijakan The Fed dan perkembangan terkait tarif impor memberikan angin segar bagi pasar global, termasuk Indonesia.

Meski sempat menjadi sorotan akibat ketidakstabilan politik, Hans menegaskan investor asing tetap melihat potensi besar pasar saham Indonesia. "Banyak investor percaya bahwa saham-saham emerging market memiliki peluang pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan negara maju. Dampak demo diperkirakan hanya bersifat sementara," katanya.

Baca Juga: Unjuk Rasa Diwarnai Kerusuhan, IHSG Jeblok 1,21% ke 7.736

Ke depan, Hans memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 7.800–8.100. Menurutnya, potensi penurunan indeks sudah terbatas mengingat valuasi saham yang relatif murah dan dukungan fundamental ekonomi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan agar kepercayaan investor tetap terjaga. "Penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara damai sehingga tidak mengganggu stabilitas perekonomian nasional," ujarnya.

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 420 saham menguat, 284 saham melemah, dan 252 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp18,2 triliun dengan volume 36,5 miliar saham.

Indeks sektoral turut menunjukkan kinerja positif. Sektor energi naik 2,49 persen, industri 1,90 persen, kesehatan 1,45 persen, serta konsumer siklikal dan non-siklikal masing-masing 1,27 persen dan 1,02 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur dan properti terkoreksi masing-masing 0,46 persen dan 0,99 persen.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved