Perjalanan Bisnis Gudang Garam, Raksasa Produsen Rokok yang Dikabarkan PHK Ribuan Buruh

Minggu, 07 September 2025 - 13:07 WIB
loading...
Perjalanan Bisnis Gudang...
Setelah viral video ribuan karyawan perpisahan setelah kabarnya terkena PHK, tahukah kamu bahwa PT Gudang Garam berawal dari usaha rumahan pada 1956 di Kediri, Jawa Timur. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Gudang Garam belakangan menjadi sorotan setelah viral video ribuan karyawan salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia itu mengucapkan perpisahan setelah kabarnya terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Informasi ini beredar melalui sebuah video pendek di media sosial pada Sabtu siang, 6 September 2025.

Tapi tahukah kamu bahwa PT Gudang Garam berawal dari usaha rumahan pada 1956 di Kediri, Jawa Timur. Siapa sangka, bermula dari bekerja di perusahaan rokok sang paman, Surya Wonowidjojo bisa menghadirkan sebuah pabrik rokok raksasa di Indonesia, yaitu Gudang Garam.

Sekitar tahun 1920, Surya hijarah dari Fujian (China) ke Sampang, Madura. Ketika berumur 20 tahun dia bekerja di pabrik rokok Cap 93 yang dimiliki oleh Tjoa Kok Tjiang, sang paman. Berbekal pengalaman dan pengetahuan selama bekerja itulah, Surya memberanikan diri untuk mendirikan perusahaan rokoknya sendiri saat berusia 35 tahun.

Baca Juga: Gudang Garam PHK Ribuan Buruh, Ketua KSPI: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Lokasi pabrik Surya berada di Jalan Semampir II/l, Kediri, dengan luas kurang lebih 1000 m². Pada tahun 1958Gudang Garam ditemukan, ini adalah titik berdirinya perusahaan rokok Gudang Garam yang bermula dari sebuah industri rumahan. Produk kretek yang diproduksi pertama kali adalah SKL dan SK.

Saat itu pabrik rokok Surya masih menyandang nama Inghwie, sesuai dengan nama rokok klobot yang dihasilkannya. Dua tahun kemudian, Inghwie berubah nama menjadi Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam.

Logo Gudang Garam diilihami dua bangunan yang terletak di dekat pabrik rokok Tjap 93, tempat kerja Tjoa sebelumnya, yang kebetulan berdekatan dengan rel kereta api. Surya merupakan sosok yang terkenal punya etos kerja yang tinggi dalam memimpin Gudang Garam.

Dia kerap bekerja keras hingga pulang larut malam. Dia juga terkenal dengan inovasi pendirian unit produksi di daerah Gurah pada tahun 1960-an. Keputusannya membuat rokok sigaret kretek linting klobot atau yang disebut SKL itu sangat tepat lantaran permintaannya tengah meningkat pesat.

Pada tahun 1960, Gudang Garam membuka cabang produksi SKL dan SKT didirikan di Gurah, 13 km arah tenggara Kota Kediri, guna memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat. Setiap hari ada sekitar 200 orang karyawan melakukan perjalanan pulang-pergi Gurah-Kediri menggunakan gerbong kereta api khusus yang dibiayai perusahaan.

Surya memulai produksi kretek bermerek Inghwie di lahan seluas 1.000 meter persegi dengan 50 pekerja. Dua tahun kemudian, pada 26 Juni 1958, nama perusahaan resmi berubah menjadi “Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam”. Sejak saat itu, perusahaan berkembang pesat dan pada 1966 tercatat sebagai produsen sigaret kretek tangan (SKT) terbesar di Indonesia.

Gudang Garam membuka 2 unit lahan baru pada 1968. Seiring perkembangan usaha yang semakin maju, pada bulan September 1968 didirikan unit produksi bernama Unit I di atas sebidang lahan seluas 1000 meter persegi. Pada tahun yang sama dibangun pula sebuah unit produksi baru yang disebut Unit II.

Gudang Garam berubah dari Industri Rumah Tangga menjadi Firma di tahun 1969. Mengikuti perkembangan dan kemajuan usaha, Gudang Garam yang awalnya merupakan industri rumahan mengubah status dari Perusahaan Perseorangan menjadi Firma. Unit Produksi dipindah dari Gurah ke Kediri.

Gudang Garam kembali mengubah status dari Firma menjadi Perseroan Terbatas (PT). Pada tahun yang sama, terbit bantuan fasilitas dari pemerintah berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang semakin mendukung perkembangan usaha.

Status hukum perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas pada 1971, dan dua tahun kemudian Gudang Garam mulai mengekspor produknya. Pada 1979, perusahaan baru mengadopsi mesin pembuat rokok, sehingga kapasitas produksi melonjak dua kali lipat menjadi 17 miliar batang per tahun.

Memasuki 1980-an, Gudang Garam mengoperasikan pabrik seluas 240 hektare dengan kapasitas produksi satu juta batang rokok per hari. Kontribusi cukai yang disetorkan kala itu mencapai lebih dari Rp 1 miliar per tahun.

Pada masa jayanya, Gudang Garam menguasai 38% pangsa pasar rokok nasional dengan lebih dari 37 ribu karyawan. Perusahaan bahkan memiliki fasilitas eksklusif, termasuk helikopter pribadi. Selain fokus pada produksi rokok dan kertas rokok, perusahaan juga aktif dalam program tanggung jawab sosial.

Gudang Garam memasuki era 1990-an, menjelma menjadi salah satu konglomerasi terbesar kelima di Indonesia. Minimnya utang luar negeri membuat perusahaan relatif tahan terhadap krisis Asia 1997–1998. Pada 27 Agustus 1990, Gudang Garam resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya, dengan mayoritas saham tetap dikendalikan keluarga pendiri melalui PT Suryaduta Investama.

Gudang Garam memproduksi jenis rokok baru, yaitu kretek mild yang ditandai dengan berdirinya Direktorat Produksi Gempol di Pasuruan Jawa Timur pada tahun 2002. Gudang Garam memperluas daerah produksinya pada era tahun 2013.

Areal perusahaan yang semula hanya seluas 1000 meter persegi kini telah berkembang menjadi sekitar 208 hektar yang terletak di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri serta di wilayah Pasuruan. Bulan Januari 2013, mulai beroperasi gedung baru di Jakarta, untuk menunjang proses produksi yang semakin progresif.

Pada 2017, Gudang Garam menguasai sekitar 21 persen pangsa pasar rokok nasional. Di tahun yang sama, Japan Tobacco mengakuisisi dua anak perusahaan Gudang Garam, yakni PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara. Meski rumor akuisisi penuh sempat beredar, perusahaan membantah isu tersebut.

Gudang Garam kemudian berinovasi dengan masuk ke bisnis rokok elektrik pada 2021 melalui pembentukan tiga anak usaha. Pada 2022, perusahaan mendirikan PT Surya Kerta Agung untuk mengelola jalan tol. Mereka juga mengucurkan investasi Rp 1 triliun untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Dhoho Kediri melalui PT Surya Dhoho Investama.

Berawal dari industri rumahan, perusahaan kretek Gudang Garam telah tumbuh dan berkembang seiring tata kelola perusahaan yang baik dan berlandaskan pada filosofi Catur Dharma. Nilai-nilai tersebut merupakan panduan kami dalam tata laku dan kinerja perusahaan bagi karyawan, pemegang saham, serta masyarakat luas.

Apa yang dicapai Gudang Garam saat ini tentunya tidak terlepas dari peran penting sang pendiri, Surya Wonowidjojo. Beliau adalah seorang wirausahawan sejati yang dimatangkan oleh pengalaman dan naluri bisnis. Di mata para karyawan, Ia bukan hanya berperan sebagai pemimpin, melainkan juga merupakan sosok seorang bapak, saudara, serta sahabat yang amat memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Surya Wonowidjojo meninggal dunia pada 28 Agustus 1985 dengan meninggalkan kesan mendalam bukan hanya di mata karyawan, melainkan juga di hati masyarakat Kediri dan sekitarnya. Ia merupakan seorang panutan yang menanamkan nilai-nilai luhur bagi perusahaan, yang dituangkannya ke dalam Catur Dharma Perusahaan.

Kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan. Kerja keras, ulet, jujur, sehat, dan beriman adalah prasyarat kesuksesan. Kesuksesan tidak dapat terlepas dari peranan dan kerjasama dengan orang lain. Ditambah serta karyawan adalah mitra usaha yang utama.

Didirikan pada tahun 2002, PT. Surya Madistrindo adalah perusahaan yang dimiliki oleh PT. Gudang Garam Tbk. untuk menjalankan distribusi produk-produk sigaret Gudang Garam bersama dengan 3 perusahaan distribusi lainnya. Di tahun 2009, SM ditunjuk sebagai distributor tunggal yang memegang kendali strategi distribusi dan field marketing untuk seluruh wilayah Indonesia.

Bermarkas di Jakarta, SM telah tumbuh dan bertransformasi menjadi perusahaan distribusi rokok yang profesional dan modern. Berawal dari beberapa ribu karyawan, kini SM telah didukung oleh sumber daya manusia mencapai lebih dari 14 ribu orang yang tersebar pada 12 kantor perwakilan regional dan lebih dari 180 kantor perwakilan area di Indonesia.

Kinerja PT Gudang Garam

Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2025, laba bersih perusahaan berkode saham GGRM ini sepanjang 2024 sebesar Rp980,8 miliar. Jumlah itu anjlok 81,57% dibandingkan 2023 yang mencapai Rp5,32 triliun.

Baca Juga: Viral! Tangis Ribuan Buruh Gudang Garam Terkena PHK Massal

Selain itu perusahaan juga mengurangi pembelian tembakau. Pada 2024, Gudang Garam berhenti membeli tembakau asal Temanggung. Kebijakan itu berlanjut pada 2025. Gudang Garam dan anak perusahaannya menyediakan lapangan kerja bagi 30.308 orang di akhir tahun 2024.

Dikutip dari laporan keuangan semester pertama yang dipublikasikan di keterbukaan informasi BEI, Minggu (7/9/2025), per tanggal 31 Juli 2025, perseroan hanya mampu mencetak laba bersih senilai Rp117,16 miliar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Dewi Perssik Bagikan...
Dewi Perssik Bagikan Kabar Terbaru Tio Pakusadewo usai Dirawat Akibat Gangguan Jantung
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Berita Terkini
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
Infografis
5 Peluang Bisnis yang...
5 Peluang Bisnis yang Hobi Otomotif Ini Bisa Bikin Tajir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved