Ngeri! Erick Thohir Bilang Pilkada Bisa Bikin Penularan Corona Makin Parah
Jum'at, 11 September 2020 - 18:47 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir/Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Erick Thohir. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohi r sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam Pilkada 2020 . Pasalnya jika diabaikan bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Indonesia.
"Kami sangat keras, jangan kita bicara sukses Pilkada, tapi gagal dalam penanganan Covid. Karena ini bisa menjadi gelombang ketiga yang sangat berbahaya," ujar Erick dalam acara virtual, Jumat (11/9/2020).
Baca Juga: Mahfud MD Kembali Tegaskan Pemerintah Tak Akan Menunda Pilkada 2020
Dia meminta, kepada calon kepala daerah yang ikut kontestasi Pilkada tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Ia meminta para calon kepala daerah tidak egois mementingkan diri sendiri. "Kalau tidak begitu, para calon pemimpin kita tidak peduli. Jangan hanya mengutamakan terpilihnya saja, tapi mengorbankan masyarakat," tandas dia.
Dia menambahkan upaya pencegahan dan kedisiplinan perlu diperketat lantaran tingkat kematian (fatality rate) Covid-19 di Indonesia masih tinggi yakni 4,08%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang sebesar 3,24%.
"Kami sangat keras, jangan kita bicara sukses Pilkada, tapi gagal dalam penanganan Covid. Karena ini bisa menjadi gelombang ketiga yang sangat berbahaya," ujar Erick dalam acara virtual, Jumat (11/9/2020).
Baca Juga: Mahfud MD Kembali Tegaskan Pemerintah Tak Akan Menunda Pilkada 2020
Dia meminta, kepada calon kepala daerah yang ikut kontestasi Pilkada tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Ia meminta para calon kepala daerah tidak egois mementingkan diri sendiri. "Kalau tidak begitu, para calon pemimpin kita tidak peduli. Jangan hanya mengutamakan terpilihnya saja, tapi mengorbankan masyarakat," tandas dia.
Dia menambahkan upaya pencegahan dan kedisiplinan perlu diperketat lantaran tingkat kematian (fatality rate) Covid-19 di Indonesia masih tinggi yakni 4,08%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang sebesar 3,24%.
Lihat Juga :