PaDI Akademi Pertamina Digelar di Palangkaraya, Buka Akses Ekspor UMKM
Selasa, 09 September 2025 - 22:16 WIB
loading...
Rumah BUMN Palangkaraya bersama PaDI UMKM meluncurkan PaDI Akademi Pertamina edisi perdana di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Rumah BUMN Palangkaraya Pertamina bersama PaDI UMKM Pertamina meluncurkan PaDI Akademi Pertamina edisi perdana di Indonesia. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan dan akselerasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar ekspor.
PaDI Akademi Pertamina menghadirkan sistem pembinaan berjenjang, mulai dari pelatihan daring, kelas tatap muka, hingga business matching dengan pembeli besar. Tahap akhir dari program ini adalah onboarding UMKM ke marketplace PaDI UMKM, sehingga pelaku usaha memiliki jalur terintegrasi untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Antusiasme pelaku usaha terlihat dari pendaftaran hampir 200 UMKM yang mengikuti kelas online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 UMKM terpilih melalui proses kurasi untuk mengikuti pelatihan offline, yakni 30 UMKM di Palangka Raya dan 20 UMKM di Pontianak. Pelatihan tatap muka akan berlangsung pada 11 September 2025 dengan fokus pada penguatan branding, pemasaran digital, legalitas usaha, serta strategi bisnis berkelanjutan.
Baca Juga: Talenta Muda Esports Dapat Dukungan UMKM Lokal Tampil di Ajang Nasional dan Internasional
Peluncuran program ini mendapat dukungan lintas pemangku kepentingan. Dari PT Pertamina (Persero), hadir secara daring Vice President Procurement Policy & Development Ridwan Eka Riyanto serta Manager SMEPP Dewi Sri Utami. Turut hadir pula Vice President Commercial PaDI UMKM Bayu Surya Adi Saputra.
CEO Rumah BUMN Palangkaraya Yanto Karnosaputra menyebut peluncuran ini sebagai sejarah baru bagi UMKM di Kalimantan. "PaDI Akademi Pertamina memastikan peserta tidak hanya datang sebagai pelajar, tetapi pulang sebagai pemain rantai pasok yang siap masuk ke ekosistem PaDI UMKM," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (9/9).
Sementara itu, VP Procurement Policy & Development Pertamina Eka Riyanto menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan UMKM yang kompetitif dan kredibel. "Penguatan rantai pasok nasional harus dimulai dari UMKM yang berdaya saing. PaDI Akademi membuktikan pembinaan sistematis mampu menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi bangsa," kata dia.
Manager SMEPP Pertamina, Dewi Sri Utami, menekankan program ini sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Ia menilai program tidak hanya membantu UMKM naik kelas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Senada, VP Commercial PaDI UMKM Bayu Surya Adi Saputra menilai PaDI Akademi merupakan pintu awal bagi UMKM untuk terhubung dengan pasar BUMN sekaligus membuka jalan menuju pasar global. "Kami membangun rantai nilai berkelanjutan yang memberi peluang lebih luas bagi UMKM," katanya.
Baca Juga: UMKM di Indonesia Capai 65 Juta, Hanya 16% yang Tembus Pasar Ekspor
Kurikulum PaDI Akademi meliputi peningkatan mutu produk melalui branding, kemasan, dan sertifikasi, penguatan literasi keuangan, serta transformasi digital lewat marketplace. Peserta juga akan menjalani kurasi produk, penyusunan katalog digital, hingga simulasi strategi harga agar siap menghadapi buyer besar.
Dengan semangat dari pelatihan menuju transaksi, PaDI Akademi Pertamina dipandang sebagai wadah lahirnya UMKM masa depan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. Dari Kalimantan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM berkelanjutan di seluruh Indonesia.
PaDI Akademi Pertamina menghadirkan sistem pembinaan berjenjang, mulai dari pelatihan daring, kelas tatap muka, hingga business matching dengan pembeli besar. Tahap akhir dari program ini adalah onboarding UMKM ke marketplace PaDI UMKM, sehingga pelaku usaha memiliki jalur terintegrasi untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Antusiasme pelaku usaha terlihat dari pendaftaran hampir 200 UMKM yang mengikuti kelas online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 UMKM terpilih melalui proses kurasi untuk mengikuti pelatihan offline, yakni 30 UMKM di Palangka Raya dan 20 UMKM di Pontianak. Pelatihan tatap muka akan berlangsung pada 11 September 2025 dengan fokus pada penguatan branding, pemasaran digital, legalitas usaha, serta strategi bisnis berkelanjutan.
Baca Juga: Talenta Muda Esports Dapat Dukungan UMKM Lokal Tampil di Ajang Nasional dan Internasional
Peluncuran program ini mendapat dukungan lintas pemangku kepentingan. Dari PT Pertamina (Persero), hadir secara daring Vice President Procurement Policy & Development Ridwan Eka Riyanto serta Manager SMEPP Dewi Sri Utami. Turut hadir pula Vice President Commercial PaDI UMKM Bayu Surya Adi Saputra.
CEO Rumah BUMN Palangkaraya Yanto Karnosaputra menyebut peluncuran ini sebagai sejarah baru bagi UMKM di Kalimantan. "PaDI Akademi Pertamina memastikan peserta tidak hanya datang sebagai pelajar, tetapi pulang sebagai pemain rantai pasok yang siap masuk ke ekosistem PaDI UMKM," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (9/9).
Sementara itu, VP Procurement Policy & Development Pertamina Eka Riyanto menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan UMKM yang kompetitif dan kredibel. "Penguatan rantai pasok nasional harus dimulai dari UMKM yang berdaya saing. PaDI Akademi membuktikan pembinaan sistematis mampu menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi bangsa," kata dia.
Manager SMEPP Pertamina, Dewi Sri Utami, menekankan program ini sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Ia menilai program tidak hanya membantu UMKM naik kelas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Senada, VP Commercial PaDI UMKM Bayu Surya Adi Saputra menilai PaDI Akademi merupakan pintu awal bagi UMKM untuk terhubung dengan pasar BUMN sekaligus membuka jalan menuju pasar global. "Kami membangun rantai nilai berkelanjutan yang memberi peluang lebih luas bagi UMKM," katanya.
Baca Juga: UMKM di Indonesia Capai 65 Juta, Hanya 16% yang Tembus Pasar Ekspor
Kurikulum PaDI Akademi meliputi peningkatan mutu produk melalui branding, kemasan, dan sertifikasi, penguatan literasi keuangan, serta transformasi digital lewat marketplace. Peserta juga akan menjalani kurasi produk, penyusunan katalog digital, hingga simulasi strategi harga agar siap menghadapi buyer besar.
Dengan semangat dari pelatihan menuju transaksi, PaDI Akademi Pertamina dipandang sebagai wadah lahirnya UMKM masa depan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. Dari Kalimantan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM berkelanjutan di seluruh Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :