Purbaya Rapat Perdana Bareng DPR, Singgung Ekonomi RI hingga Danantara

Rabu, 10 September 2025 - 14:06 WIB
loading...
Purbaya Rapat Perdana...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat kerja perdana bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/9/2025). FOTO/Tangkapan Layar/Youtube
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat kerja perdana bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/9/2025), menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menegaskan ketangguhan perekonomian Indonesia di tengah pemulihan ekonomi global yang mulai menggeliat.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy), menunjukkan ekonomi yang resilien.

"Pertumbuhan ekonomi yang resilien ini menjadi modal untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi ke depan dapat tumbuh lebih tinggi dan menuju 8 persen dalam jangka menengah," ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Melenggang Jadi Menkeu, Didik Madiyono Didapuk Jabat Bos Sementara LPS

Purbaya menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor dan impor yang tetap terjaga. Sektor manufaktur pun tumbuh pesat berkat permintaan domestik yang tinggi, menjadikannya kontributor utama pertumbuhan.

Mengenai target tahun depan, pemerintah memasang sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen untuk 2026. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi pilar utama dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,2 persen.

Selain itu, investasi juga ditargetkan tumbuh 5,2 persen, terutama didorong oleh percepatan investasi di sektor-sektor bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Peningkatan investasi diharapkan memicu pertumbuhan ekspor hingga mencapai target 6,7 persen.

Pada sisi lain, inflasi berhasil dikendalikan dalam rentang target 1,5 hingga 3,5 persen sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Kondisi ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Meski demikian, Purbaya mengingatkan adanya sejumlah risiko ketidakpastian global yang harus diwaspadai, seperti perang dagang, konflik geopolitik, serta ancaman keamanan siber yang dapat memberikan tekanan pada perekonomian domestik.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Bakal Bikin Warga RI Sibuk Makan Enak Dibandingkan Demo

Namun, ia tetap optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan tetap tahan banting di tengah berbagai tantangan tersebut. Optimisme ini didukung oleh proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang pada Juli 2025 merilis pandangan lebih positif terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Purbaya juga menyoroti ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan memacu aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

"Tren pelonggaran moneter untuk mendukung aktivitas ekonomi di tengah stabilitas inflasi di level global diperkirakan turut memberikan dampak positif bagi domestik sehingga prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat kita wujudkan," kata Purbaya.

Selain membahas perekonomian nasional, dalam rapat tersebut Purbaya juga menyinggung program Danantara sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Rekomendasi
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved